JAKARTA – PT Integrasi Jaringan Ekosistem, anak usaha dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), resmi menerbitkan obligasi berdenominasi Yen Jepang atau Samurai Bonds di pasar modal Jepang pada 24 Juli 2026. Langkah strategis ini dilakukan perusahaan untuk meraih pendanaan internasional guna mempercepat ekspansi infrastruktur telekomunikasi.
Obligasi tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar 21,4 juta Yen. Berdasarkan penilaian Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR), instrumen utang ini memperoleh peringkat investasi di level BBB+.
Direktur Utama PT Integrasi Jaringan Ekosistem, Hendrik Tee, merinci bahwa Samurai Bonds tersebut terbagi ke dalam dua seri penawaran. Seri pertama memiliki tenor tiga tahun dengan bunga 3,40 persen senilai 19,4 juta Yen.
Sementara itu, seri kedua diterbitkan dengan tenor lima tahun dan tingkat bunga 3,92 persen senilai 2 juta Yen. Dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk membiayai belanja modal perusahaan.
Fokus utama penggunaan dana tersebut mencakup pengembangan, perluasan, serta pemeliharaan jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) beserta infrastruktur pendukungnya. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk modal kerja dan pembiayaan kembali fasilitas utang yang telah ada sebelumnya.
Hendrik menyatakan bahwa penerbitan obligasi ini merupakan langkah untuk memperkuat kapasitas operasional perusahaan. Strategi ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan jangka panjang Grup Solusi Sinergi Digital melalui diversifikasi akses pendanaan.
“Dana hasil penerbitan dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan digital. Hal ini memperkuat kapasitas operasional serta strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan,” ujar Hendrik dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (28/7/2026).
Pihak manajemen memastikan bahwa seluruh proses penerbitan telah mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Persyaratan dari regulator dan otoritas terkait di yurisdiksi Jepang juga telah dipenuhi sepenuhnya oleh perusahaan.
Perusahaan menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak memberikan dampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional. Kondisi hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha dipastikan tetap stabil pasca-penerbitan obligasi.
Langkah ini diambil di tengah dinamika pasar mata uang global, di mana Yen Jepang tercatat berada di level terendah dalam 40 tahun terakhir terhadap Dolar AS. Kondisi ini memicu perhatian pelaku pasar terkait potensi intervensi mata uang oleh pemerintah Jepang.
Di sisi lain, sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital di Indonesia terus menunjukkan kebutuhan pendanaan yang tinggi untuk pemerataan konektivitas. Penerbitan Samurai Bonds dianggap sebagai sumber pendanaan jangka panjang yang kompetitif bagi perusahaan di tengah fluktuasi pasar global.
Secara keseluruhan, PT Integrasi Jaringan Ekosistem optimis bahwa diversifikasi pendanaan ke pasar internasional ini akan memberikan dampak positif bagi kesehatan neraca keuangan. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan daya saing melalui pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan.

