Bursa Saham

IHSG Menguat ke Level 5.885, Saham Grup Bakrie Kompak Naik

37
×

IHSG Menguat ke Level 5.885, Saham Grup Bakrie Kompak Naik

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,21% pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis, 9 Juli, membawa indeks ke level 5.885. Pergerakan positif ini didorong oleh dominasi saham yang mengalami kenaikan harga di tengah aktivitas pasar yang cukup dinamis.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 319 saham berhasil menguat selama sesi pertama. Sementara itu, 268 saham mengalami koreksi dan 199 saham lainnya terpantau stagnan.

Nilai transaksi saham yang tercatat sepanjang sesi pertama mencapai Rp 6,71 triliun. Aktivitas perdagangan tersebut melibatkan volume sebesar 16,66 miliar lembar saham dengan total frekuensi transaksi sebanyak 1,47 juta kali.

Kapitalisasi pasar IHSG hingga jeda siang hari ini menyentuh angka Rp 10.309 triliun. Angka ini mencerminkan stabilitas emiten dalam mempertahankan nilai pasar di tengah fluktuasi indeks regional.

Sebanyak tujuh dari sebelas sektor yang terdaftar di BEI berhasil menempati zona hijau. Sektor transportasi memimpin kenaikan dengan apresiasi sebesar 2,36%.

Salah satu emiten di sektor transportasi yang memberikan kontribusi positif adalah PT Blue Bird Tbk (BIRD). Saham perusahaan taksi tersebut ditutup menguat 0,32% ke level Rp 1.555 per lembar.

Saham-saham di bawah naungan Grup Bakrie terpantau mencatatkan kinerja impresif pada sesi pertama. Emiten-emiten kelompok ini mendominasi daftar saham dengan kenaikan harga tertinggi atau top gainers.

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memimpin daftar tersebut dengan lonjakan harga sebesar 14,77% ke level Rp 342. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) menyusul dengan kenaikan 12,50% ke posisi Rp 90 per saham.

Selain itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga mencatatkan penguatan signifikan sebesar 4,42% ke level Rp 143. Kinerja saham grup ini menjadi sentimen positif yang cukup kuat bagi pergerakan indeks secara keseluruhan.

Di sisi lain, daftar top losers diisi oleh PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang terkoreksi 9,43% ke level Rp 480. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga melemah 2,03% ke posisi Rp 725, serta PT RMK Energy Tbk (RMKE) turun 1,80% ke harga Rp 2.180 per lembar.

Kondisi bursa saham di Asia cenderung bervariasi dengan kecenderungan menguat pada sebagian besar indeks utama. Indeks Nikkei Jepang mencatatkan kenaikan paling signifikan sebesar 1,70%.

Indeks Straits Times Singapura juga terpantau menguat 0,81%, sementara Shanghai Composite naik tipis 0,01%. Sebaliknya, indeks Hang Seng di Hong Kong justru mencatatkan pelemahan sebesar 0,67% di tengah dinamika pasar global.

Secara teknikal, pergerakan IHSG pada sesi pertama ini menunjukkan optimisme investor meski dibayangi oleh volatilitas pada sektor-sektor tertentu. Para pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan perdagangan pada sesi kedua yang akan menentukan posisi indeks hingga penutupan pasar sore nanti.