Solok – Pemerintah Kota Solok menyiapkan anggaran tambahan senilai lebih dari Rp108 miliar dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk akselerasi pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi pascabencana tahun 2026.
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menekankan bahwa alokasi dana ini wajib membawa manfaat nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat serta ketahanan kota secara menyeluruh.
Sektor infrastruktur menjadi prioritas utama dengan kucuran dana terbesar mencapai lebih dari Rp57 miliar yang kini tengah dalam proses perencanaan teknis.
Sebanyak Rp38,8 miliar dari total tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan, peningkatan kualitas, hingga rekonstruksi sejumlah ruas jalan strategis di berbagai kelurahan.
Pemerintah juga mengalokasikan Rp11,4 miliar untuk pembangunan gedung pelayanan publik serta Rp2,5 miliar guna mengoptimalkan sistem penerangan jalan umum.
Guna mencegah dampak bencana hidrometeorologi, Pemko Solok menyediakan dana Rp5,01 miliar untuk membangun penahan tebing, irigasi, dan pemasangan pintu air otomatis di aliran Batang Lembang.
Sektor perumahan pun mendapat perhatian serius dengan alokasi sebesar Rp15,3 miliar yang difokuskan pada rehabilitasi rumah warga terdampak bencana dan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Ramadhani menambahkan, alokasi dana juga menyasar aspek non-fisik mencakup Rp4,5 miliar untuk pemulihan ekonomi, Rp3,9 miliar bagi sektor sosial, dan Rp26,9 miliar untuk berbagai program lintas sektor lainnya.
Seluruh target pembangunan ini dipastikan harus rampung sebelum tahun anggaran 2026 berakhir sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan kota yang aman dan tangguh.







