KonsumenTeknologi

Pemerintah Mendesak Regulasi Batas Usia Pakai Galon Air Minum

53
×

Pemerintah Mendesak Regulasi Batas Usia Pakai Galon Air Minum

Sebarkan artikel ini
plastik-polikarbonat-bisa-menurun-kualitasnya?-ini-penjelasan-ilmiahnya
Plastik Polikarbonat Bisa Menurun Kualitasnya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jakarta – Keamanan penggunaan galon berbahan polikarbonat untuk air minum dalam kemasan (AMDK) kini tengah mendapat atensi serius dari berbagai pihak.

Data yang terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Industri AMDK menunjukkan bahwa 57 persen galon yang beredar di masyarakat saat ini telah dipakai selama 13 hingga 20 tahun.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menilai durasi pemakaian tersebut sudah melampaui batas kewajaran dan berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.

Novita mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan aturan tertulis yang membatasi usia pakai galon guna ulang sebagai upaya perlindungan masyarakat.

Menurut Profesor Mochamad Chalid, pakar polimer dari Universitas Indonesia, idealnya galon tidak boleh digunakan lebih dari 40 kali siklus pengisian atau tidak lebih dari satu tahun masa pakai.

Penggunaan galon yang terlalu lama akan memicu degradasi material akibat paparan panas, proses pencucian, serta guncangan selama distribusi.

Kondisi tersebut ditandai dengan munculnya goresan, permukaan yang buram, hingga perubahan warna pada badan galon.

Degradasi fisik ini secara signifikan memperbesar risiko migrasi senyawa Bisphenol A (BPA) dari plastik ke dalam air minum, terutama saat terpapar suhu panas secara berulang.

Hingga saat ini, belum ada regulasi resmi yang mengatur batas durasi penggunaan galon, sehingga masyarakat masih menunggu kepastian hukum terkait standar keamanan wadah air minum tersebut.