Bursa Saham

Deretan Film Hollywood Bakal Dorong Kinerja CNMA, Simak Rekomendasi Analis

61
×

Deretan Film Hollywood Bakal Dorong Kinerja CNMA, Simak Rekomendasi Analis

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) diproyeksikan mencatat penguatan kinerja keuangan pada paruh kedua tahun 2026. Optimisme ini muncul seiring dengan jadwal rilis deretan film internasional berskala global yang akan tayang di bioskop.

Equity Research Associate Samuel Sekuritas Indonesia, Fadhlan Banny, mengungkapkan bahwa performa CNMA pada semester II-2026 akan ditopang oleh kehadiran film-film populer. Beberapa judul yang dinilai mampu menarik minat penonton antara lain Minions, Jumanji, Spider-Man, hingga seri Avengers.

Rangkaian film internasional tersebut diprediksi berpotensi menyumbang hingga 20 juta penonton bagi jaringan bioskop tersebut. Berdasarkan proyeksi tersebut, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli atau buy untuk saham CNMA.

Meskipun memberikan rekomendasi beli, analis melakukan penyesuaian turun terhadap proyeksi kinerja CNMA tahun 2026 sebesar 5,5%. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi makroekonomi yang menantang saat ini.

Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan antara lain pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan biaya operasional perusahaan. Selain itu, suku bunga yang berada di level tinggi turut menjadi beban bagi proyeksi keuangan emiten.

Sejalan dengan penyesuaian tersebut, target harga saham CNMA kini ditetapkan pada level Rp110 per lembar. Angka ini mengalami penurunan dari target sebelumnya yang berada di posisi Rp170 per lembar saham.

Penetapan target harga baru ini menggunakan pendekatan valuasi yang lebih konservatif melalui price to earnings ratio (PER). Kendati demikian, valuasi saham CNMA dinilai masih berada dalam kategori yang menarik bagi investor.

Harga saham CNMA tercatat telah terkoreksi sekitar 23% sejak awal tahun atau secara year-to-date. Estimasi PER tahun 2027 berada di level 8,6 kali, yang mencerminkan diskon sekitar 40% terhadap rata-rata sektornya.

Daya tarik tambahan bagi investor terletak pada kebijakan pembagian dividen perusahaan. CNMA diketahui menerapkan kebijakan payout ratio hingga 100% dengan estimasi dividend yield mencapai 10,4%.

Dari sisi operasional, kinerja CNMA pada semester I-2026 terpantau cenderung moderat. Total penonton industri bioskop nasional mencapai 52,7 juta orang dari 259 judul film yang dirilis sepanjang periode tersebut.

Dengan asumsi menguasai pangsa pasar sebesar 70%, CNMA diperkirakan membukukan sekitar 36,7 juta penonton pada semester I-2026. Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 13,6% secara tahunan (year-on-year).

Namun, jika dilihat secara kuartalan, jumlah penonton menunjukkan tren pemulihan dengan kenaikan mencapai 37,5% dibandingkan kuartal sebelumnya. Meski masih turun 25,7% secara tahunan, pemulihan ini menjadi indikator positif bagi operasional perusahaan.

Untuk kuartal II-2026, CNMA diperkirakan mampu mencatatkan pendapatan sekitar Rp1,5 triliun. Adapun laba bersih diprediksi berada di rentang Rp200 miliar hingga Rp250 miliar.

Capaian tersebut dinilai masih sejalan dengan ekspektasi pasar, yakni mencakup 30% hingga 32% dari target kinerja tahun penuh 2026. Prospek ke depan juga didukung oleh peningkatan kontribusi penjualan makanan dan minuman terhadap pendapatan box office.

Selain film internasional, kinerja CNMA akan ditopang oleh konsistensi film lokal. Genre horor, drama, dan komedi diprediksi tetap menjadi primadona yang memiliki basis penonton kuat di Indonesia.

Analis tetap mengingatkan investor akan adanya risiko yang mungkin terjadi. Penurunan jumlah penonton akibat antusiasme yang tidak sesuai ekspektasi serta tekanan ekonomi domestik menjadi catatan yang perlu diantisipasi.