Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memasuki usia ke-53 dengan tantangan operasional yang makin kompleks di tengah tingginya kebutuhan mobilitas antarpulau.Di saat volume perjalanan terus meningkat, perusahaan pelat merah itu menempatkan keselamatan sebagai poros utama layanan penyeberangan.
Sepanjang 2025, ASDP masih mencatat lima insiden kapal, mulai dari kecelakaan hingga kapal kandas dan tabrakan. Namun, perusahaan berhasil menekan tingkat kecelakaan kapal ke 0,220 persen, lebih baik dari target 0,230 persen yang dipatok sebelumnya.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan keselamatan tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai angka capaian tahunan. Menurut dia, keselamatan harus menjadi kebiasaan kerja dan kesadaran bersama di seluruh lini operasi.
“Keselamatan tidak boleh dianggap selesai.Ini harus menjadi kesadaran kolektif dan prioritas utama dalam setiap lini pelayanan dan operasional kita. Melalui HUT ke-53 ini, kami ingin memperkuat semangat bahwa ASDP tidak hanya hadir menghubungkan antarpulau, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Heru.
Di usia yang kian matang, ASDP juga memperluas makna perayaannya melalui program sosial dan lingkungan bertajuk ASDP Berdampak. Dana dari Charity Run dialihkan untuk pembelian life jacket guna mendukung keselamatan pelayaran, bantuan bagi panti asuhan, serta penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
Dari sisi layanan, ASDP terus memperkuat konektivitas ke wilayah 3TP, yakni tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan. Hingga akhir 2025, angkutan penyeberangan perintis mencatat lebih dari 93 ribu trip, naik 11 persen dibanding tahun lalu dan melampaui target perusahaan.
Angka angkutan kendaraan juga ikut terdorong. Sepanjang periode yang sama, jumlah kendaraan yang diangkut meningkat 15 persen menjadi lebih dari 556 ribu unit. Capaian ini memperlihatkan peran ASDP yang tidak lagi sekadar operator transportasi, melainkan penggerak konektivitas dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Kinerja layanan ikut tercermin dari kepuasan pelanggan yang mencapai 3,34 dari skala 4.Peningkatan itu ditopang penguatan layanan digital, peningkatan kompetensi petugas, dan operasional yang dinilai semakin andal. Pada periode Angkutan Lebaran serta Natal dan Tahun Baru, ASDP juga meraih apresiasi karena pengelolaan penyeberangan dianggap semakin tertib dan terintegrasi.
Secara finansial, perusahaan membukukan pendapatan usaha Rp4,96 triliun dan laba konsolidasi Rp285,4 miliar hingga akhir 2025. ASDP menyebut capaian tersebut menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang tetap tumbuh, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.







