Tutup
NewsTransportasi

393 Jemaah Sumbar-Bengkulu Bertolak ke Madinah

82
×

393 Jemaah Sumbar-Bengkulu Bertolak ke Madinah

Sebarkan artikel ini
kemenhaj-perkuat-layanan-jemaah-jelang-puncak-ibadah-haji
Kemenhaj Perkuat Layanan Jemaah Jelang Puncak Ibadah Haji

Madinah – Sebanyak 393 jemaah haji kloter gabungan Sumatera Barat-Bengkulu resmi diberangkatkan menuju Madinah saat operasional haji 1447 H/2026 M memasuki tahap krusial di Arab Saudi. Di saat yang sama, pemerintah memperketat empat layanan utama (akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan) agar jemaah Indonesia tetap aman dan nyaman menjelang puncak ibadah.

memasuki hari ke-19 penyelenggaraan haji, layanan bagi jemaah Indonesia dilaporkan tetap stabil. Per Jumat,8 Mei 2026,sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah tiba di Arab Saudi dari Tanah Air.

pergerakan jemaah juga terus berlangsung di dua kota suci. Sebanyak 165 kloter berisi 63.822 jemaah dan 660 petugas sudah berada di Makkah untuk menunaikan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak haji.

Gelombang kedatangan melalui bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, ikut bertambah. Hingga laporan terakhir, 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas sudah mendarat di kota itu. Di luar jemaah reguler, 2.958 jemaah haji khusus juga telah lebih dulu berada di Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan penguatan layanan dilakukan untuk memastikan jemaah tak terbebani urusan teknis selama ibadah.Ia menyebut pemerintah memprioritaskan mutu hotel, keteraturan konsumsi, kelancaran transportasi, dan respons kesehatan.

“Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi, mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi yang terjaga, transportasi yang tertib, hingga layanan kesehatan yang responsif. Dengan demikian, jemaah dapat beribadah dengan tenang dan fokus menghadapi puncak haji,” ujar Ichsan, dikutip dari situs resmi Kementerian Haji dan Umrah, Minggu, 10 Mei 2026.

Di Madinah, PPIH daerah kerja setempat telah melayani 267 kloter dengan total 104.796 jemaah yang ditempatkan di 94 hotel.Sementara itu, di daerah kerja Makkah, 165 kloter dengan 63.822 jemaah tersebar di 180 hotel.

Distribusi makanan pun terus digelontorkan dalam jumlah besar. Hingga kini, sebanyak 2.782.118 box makanan telah dibagikan, terdiri atas 2.129.003 box di Madinah dan 653.115 box di Makkah.

Mobilitas jemaah di Makkah juga ditopang layanan bus Shalawat yang menghubungkan hotel dan Masjidil Haram. Armada tersebut beroperasi melalui 17 rute dengan total 969 trip.

“Layanan transportasi, khususnya Bus Shalawat, menjadi salah satu layanan vital karena mendukung mobilitas harian jemaah. Kami terus mengingatkan jemaah agar tertib, mengenali rute bus, dan selalu mengikuti arahan petugas,” kata Ichsan.

Di sektor kesehatan, petugas mencatat 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, 352 jemaah dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, dan 77 jemaah masih menjalani perawatan. Kementerian juga mengingatkan jemaah agar mewaspadai suhu panas di madinah dan Makkah yang berkisar 38 hingga 42 derajat Celsius.

Jemaah diminta menyesuaikan aktivitas ibadah dengan kondisi fisik, memperbanyak minum air, memakai pelindung diri, dan segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan. “Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji,” tegas Ichsan.

Hingga 8 Mei 2026, tercatat 20 jemaah wafat di Arab Saudi. Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan duka cita dan memastikan seluruh hak jemaah yang wafat dipenuhi sesuai prosedur.

Di tengah padatnya layanan, kementerian juga mengapresiasi kerja petugas haji Indonesia yang terus siaga, serta kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan. Ichsan menegaskan,layanan ramah bagi lansia,penyandang disabilitas,dan perempuan bukan sekadar slogan.

“Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen pelayanan yang terus kami wujudkan di lapangan,” kata Ichsan.