BisnisInvestasiPerbankan

BPI Danantara Bidik Investasi Rp213 Triliun di Sektor Strategis

209
×

BPI Danantara Bidik Investasi Rp213 Triliun di Sektor Strategis

Sebarkan artikel ini
danantara-targetkan-kucur-investasi-jadi-rp213,4-t-pada-2026
Danantara Targetkan Kucur Investasi Jadi Rp213,4 T pada 2026

Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menetapkan target investasi sebesar US$12 miliar atau setara Rp213,4 triliun sepanjang tahun ini. Angka tersebut merupakan penyesuaian dari target awal sebesar US$14 miliar akibat fluktuasi nilai tukar rupiah.

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, memastikan pihaknya kini berfokus pada sejumlah sektor strategis. Fokus tersebut mencakup pengembangan infrastruktur digital, pusat data, energi baru terbarukan, hingga proyek waste to energy (WTE).

Dalam acara Investor Daily Round Table di Jakarta, Selasa (26/5), Pandu menekankan bahwa sektor swasta memegang peranan krusial dalam realisasi proyek-proyek tersebut. Hal ini terbukti dari tingginya minat investor pada proyek waste to energy fase kedua di 10 lokasi yang melibatkan 85 konsorsium, melonjak signifikan dibandingkan fase pertama yang hanya menarik 24 perusahaan.

“Seluruhnya dari sektor swasta. Tidak hanya dari Indonesia atau China, tapi juga dari Korea, Jepang, Eropa, Timur Tengah, hingga Singapura,” ujar Pandu.

Selain membidik investasi baru, Danantara juga telah mengantongi komitmen pendanaan jumbo melalui nota kesepahaman (MoU) dengan tujuh hingga delapan sovereign wealth fund dunia senilai hampir US$30 miliar. Sebagian dari komitmen tersebut bahkan sudah mulai direalisasikan, termasuk dua kesepakatan yang telah diselesaikan bersama Qatar Investment Authority.

Menurut Pandu, capaian ini berhasil mematahkan keraguan pasar terhadap BPI Danantara yang sempat muncul saat lembaga tersebut baru dibentuk. Kepercayaan investor global kini dinilai terus meningkat karena Danantara mampu menghadirkan kepastian bisnis yang konkret.

Ke depan, BPI Danantara berkomitmen menjadikan tata kelola dan transparansi sebagai prioritas utama. Langkah ini ditempuh untuk memastikan arus investasi ke Indonesia terus mengalir deras seiring dengan penguatan kepercayaan pasar.

Investasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) memutuskan untuk membagikan dividen tunai final sebesar Rp 4,08 per saham dari laba tahun buku 2025. Saham OMED pada Rabu (10/6/2026) ditutup naik 0,52% di Rp 195 per saham. Sehingga jika menggunakan acuan harga ini maka potensi yield dividen OMED sebesar 2,09%. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (8/6). Dengan demikian,…