Batusangkar – Puluhan brand kriya lokal memeriahkan kegiatan Craftive Tanah Datar dalam rangka Karya Kriya II di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Kamis (7/5/2026). Ajang yang berlangsung selama tiga hari, 7-9 Mei 2026 ini menjadi ruang promosi bagi produk unggulan daerah sekaligus sarana memperkuat eksistensi pelaku usaha kreatif Tanah Datar.
Kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan bazar produk kriya, tetapi juga pameran lukisan, lomba mewarnai, hingga lomba melukis untuk peserta tingkat TK sampai SLTP. Sebanyak 20 brand usaha ikut ambil bagian dalam bazar yang menampilkan beragam produk lokal.
Ketua panitia, Susanti Maria Siska, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk mempromosikan kriya lokal Tanah Datar, mempererat keberadaan pengusaha kriya, serta menumbuhkan kreativitas generasi muda.
“Ruang ini kami siapkan agar pelaku usaha kriya bisa memperkenalkan produknya kepada masyarakat sekaligus mendorong generasi muda terus berkarya dan mencintai produk lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Tanah Datar Nusyirwan menilai gelaran Karya Kriya II terasa istimewa karena menampilkan karya para pengrajin sekaligus bazar IKM, lomba seni, dan hiburan.
Ia menyebut berbagai produk unggulan yang dipamerkan meliputi tenun, songket, anyaman, kuliner khas, hingga produk inovatif karya anak muda.
“Ada banyak produk unggulan yang ditampilkan. Ini menunjukkan UMKM kita hidup dan mampu bersaing,” katanya.
Nusyirwan juga mengapresiasi para peserta lomba melukis dan mewarnai karena dinilai sebagai generasi penerus yang akan menjaga warisan budaya Minangkabau.
Menurut dia, melalui kegiatan seni, anak-anak belajar berani berkarya sekaligus bangga terhadap identitas Minangkabau, khususnya Tanah Datar Luhak Nan Tuo.
Dekranasda, lanjut Nusyirwan, terus mendorong peningkatan kualitas pengrajin melalui penguatan mutu produk, inovasi, dan dukungan pemasaran. Pemerintah daerah juga tetap mengawal pemasaran produk hingga tingkat nasional.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Inhenri Abas menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh OPD yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, seni kriya bukan hal baru bagi masyarakat Tanah Datar karena telah menjadi bagian dari peradaban sejak lama dan terus berkembang hingga kini.
“Di Tanah Datar ada banyak kriya unggulan seperti ukiran, anyaman, batik, sulaman, dan berbagai kerajinan lainnya. Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan yang melibatkan langsung pelaku UMKM seperti ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi langsung kepada konsumen sekaligus ruang silaturahmi dan berbagi informasi antar pelaku UMKM.
Untuk mendukung usaha masyarakat, Pemkab Tanah Datar masih menjalankan Program Makan Rendang sebagai bantuan permodalan bagi pelaku usaha.
Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, pemerintah daerah juga memfasilitasi sertifikasi halal, HKI, dan merek produk bagi pelaku IKM.
“Pemda berkomitmen menjadikan IKM dan kriya sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Kami terus mengawal peningkatan kualitas SDM dan produk, mendorong pelatihan desain serta standarisasi agar produk Tanah Datar naik kelas,” katanya.
Ia berharap produk kriya Tanah Datar semakin dikenal luas dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional dengan dukungan pemasaran digital dan marketplace yang melibatkan generasi muda.







