Tutup
NewsRegulasi

Dony Oskaria Dorong Penguatan Tata Kelola Keuangan BUMN

84
×

Dony Oskaria Dorong Penguatan Tata Kelola Keuangan BUMN

Sebarkan artikel ini

Dony menegaskan bahwa transformasi BUMN tidak cukup hanya mengandalkan efisiensi atau sekadar penataan ulang bisnis.

Kepala BP BUMN dan COO Danantara, Dony Oskaria. Foto : Istimewa
Kepala BP BUMN dan COO Danantara, Dony Oskaria. Foto : Istimewa

Jakarta – Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyoroti praktik rekayasa keuangan yang masih terjadi di perusahaan pelat merah.

Menurutnya, tindakan ini menjadi akar masalah yang memicu kekeliruan, penurunan nilai aset (impairment), hingga pengambilan keputusan yang keliru.

Dony menegaskan bahwa transformasi BUMN tidak cukup hanya mengandalkan efisiensi atau sekadar penataan ulang bisnis.

Perubahan mendasar harus ditopang oleh tata kelola yang kuat dengan manajemen risiko yang tajam serta fungsi kepatuhan yang berani bertindak.

“Transformasi harus ditopang oleh tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang tajam, serta fungsi kepatuhan yang berani mengidentifikasi persoalan sejak awal,” ujar Dony dalam forum Chief Risk dan Compliance Officer (CRCO) BUMN dikutip pada Kamis (20/5/2026).

Ia menekankan bahwa peran Chief Risk Officer tidak boleh lagi diposisikan sebagai aspek administratif semata.

Para pejabat di posisi tersebut dituntut mampu membaca risiko secara nyata, membedah kondisi keuangan secara objektif, serta memetakan potensi hambatan dalam setiap lini bisnis.

Menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan tekanan pasar, BP BUMN kini mendorong seluruh perusahaan negara untuk membangun sistem governance, Risk, dan Compliance (GRC) yang lebih adaptif.

Langkah tersebut dinilai krusial guna menuntaskan akar persoalan perusahaan secara fundamental.

Lebih lanjut, BP BUMN dan Danantara menegaskan peran strategis CRCO sebagai garda terdepan penjaga integritas proses bisnis.

Posisi ini diharapkan menjadi mitra utama manajemen dalam memastikan setiap keputusan korporasi berbasis pada data riil dan prinsip tata kelola yang sehat.