EmasInvestasi

Harga Emas Terkoreksi, Hartadinata Abadi Optimistis Prospek Bisnis Tetap Cerah

45
×

Harga Emas Terkoreksi, Hartadinata Abadi Optimistis Prospek Bisnis Tetap Cerah

Sebarkan artikel ini

Manajemen perusahaan menilai fundamental permintaan emas global maupun domestik masih terjaga dengan kuat.

Jakarta – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyatakan tetap optimistis terhadap prospek bisnis emas hingga akhir 2026 meski pasar komoditas saat ini tengah mengalami fase koreksi harga.

Manajemen perusahaan menilai fundamental permintaan emas global maupun domestik masih terjaga dengan kuat.

Sepanjang Juni 2026, harga emas global sempat mengalami penurunan rata-rata sebesar 8% dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, harga emas dalam denominasi rupiah tetap mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,5% secara year to date (ytd) akibat dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda, menegaskan fluktuasi harga tersebut merupakan dinamika pasar yang wajar.

Menurutnya, faktor fundamental seperti ketidakpastian geopolitik dan kebijakan suku bunga global masih menjadi pendorong utama minat masyarakat terhadap emas.

“Koreksi harga emas adalah bagian dari dinamika pasar yang dipengaruhi berbagai faktor global. Namun, kami melihat fundamental permintaan tetap kuat, didukung meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menabung emas serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia,” ujar Thendra dalam keterangan resmi, Senin (6/7).

Pergerakan harga emas saat ini dipengaruhi oleh kebijakan Federal Reserve yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi atau higher for longer.

Kondisi tersebut memicu penguatan dolar AS yang kemudian memberikan tekanan terhadap komoditas emas di pasar internasional.

Selain faktor global, ketegangan di Timur Tengah serta fluktuasi harga minyak mentah dunia masih menjadi sumber volatilitas pasar.

Di dalam negeri, Bank Indonesia telah merespons kondisi ini dengan menaikkan suku bunga acuan ke level 5,50% guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Merespons dinamika tersebut, HRTA berkomitmen menjaga keberlanjutan bisnis melalui penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Perusahaan juga menerapkan manajemen risiko ketat serta kepatuhan regulasi pada seluruh rantai pasok operasionalnya.

Analis BCA Sekuritas, Jesselyn, menilai bahwa koreksi harga saat ini bersifat sementara dan tidak mengubah fundamental pasar.

Ia memproyeksikan permintaan produk emas batangan HRTA akan tetap positif seiring berlanjutnya ketidakpastian makroekonomi global.

Pandangan serupa datang dari Equity Research Analyst BNI Sekuritas, Vera, yang menyebut koreksi harga dipicu oleh penyesuaian likuiditas jangka pendek.

Ia mencatat perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini beralih dari perhiasan ke emas batangan menjadi katalis pertumbuhan bagi HRTA.

Kinerja keuangan perusahaan sepanjang kuartal I-2026 turut mencerminkan optimisme tersebut dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 196,96% secara tahunan.

Laba bersih perseroan juga melonjak 189,48% yang ditopang oleh kenaikan volume penjualan emas murni sebesar 75,18%.

HRTA saat ini terus memperluas kolaborasi strategis, termasuk kemitraan dengan Bank Mandiri untuk mendukung operasional bisnis dan pengelolaan kas.

Inovasi layanan ini ditujukan untuk mempermudah akses masyarakat dalam menabung emas secara aman dan terpercaya dalam jangka panjang.