Tutup
Regulasi

IHSG 2026: Awal Konsolidasi, Peluang Bullish Tetap Menarik

212
×

IHSG 2026: Awal Konsolidasi, Peluang Bullish Tetap Menarik

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas pada awal tahun 2026, meski prospek jangka menengah tetap positif didukung sentimen global dan domestik. Likuiditas pasar yang tipis menjadi salah satu faktor pembatas pergerakan indeks.

Pada penutupan perdagangan akhir tahun 2025, IHSG menguat tipis 0,03% ke level 8.646,93. Penguatan ini didorong oleh perimbangan saham, di mana 346 saham menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham stagnan.

Dari sisi sektoral, enam indeks sektoral mencatatkan penguatan, dengan sektor barang konsumen siklikal memimpin kenaikan sebesar 3,03%, diikuti sektor infrastruktur (2,04%) dan sektor keuangan (0,97%).

Sementara itu, sektor kesehatan mengalami penurunan terdalam sebesar 1,53%, disusul sektor barang baku (-1,17%) dan sektor teknologi (-0,98%).

Sepanjang tahun 2025, IHSG sempat tertekan di semester pertama, namun berhasil bangkit di paruh kedua dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) sebanyak 24 kali.

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif pada sesi awal perdagangan tahun 2026, yang dimulai pada Jumat (2/1/2026).

“Aktivitas trading yang masih tipis dan volume yang cenderung rendah di tengah liburan akhir tahun dan awal tahun menjadi penyebabnya,” ujar Alrich.

Meski demikian, Alrich menilai prospek IHSG secara tren utama masih positif, didukung oleh potensi sikap dovish The Fed dan stimulus domestik. Hal ini diharapkan dapat mendorong aliran modal asing ke Indonesia.

Sentimen makro global juga menjadi perhatian, terutama ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global yang dapat memperkuat arus modal ke aset *emerging markets*, termasuk Indonesia.

Dari dalam negeri, sentimen pasar dinilai kondusif dengan perekonomian Indonesia yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi.

Namun, Alrich mengingatkan pelaku pasar untuk mewaspadai potensi peningkatan volatilitas pada awal tahun, yang seringkali diwarnai aksi *profit taking* dan rebalancing portofolio.

Volume transaksi yang tipis juga berpotensi membuat pergerakan pasar kurang stabil dan memicu distorsi harga akibat aksi spekulatif jangka pendek.

Alrich merekomendasikan investor untuk mencermati sektor perbankan dan keuangan, sektor konsumsi dan barang konsumen, serta sektor telekomunikasi dan layanan digital.

Untuk perdagangan awal tahun, Alrich memprediksi IHSG akan bergerak pada kisaran support di level 8.600 dan resistance di level 8.700.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak tinggi pada Sabtu (10/1/2026). Mengutip situs Logam Mulia, Sabtu (10/1/226), harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.602.000. Harga emas Antam itu melejit Rp 25.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (9/1/2026) yang berada di level Rp 2.577.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama bursa saham Wall Street ditutup menguat di akhir pekan ini, Jumat (9/1/2026). Indeks S&P 500 bahkan menguat ke penutupan tertinggi sepanjang masa alias all time high didorong oleh saham Broadcom dan produsen chip lainnya. Jumat (9/1/2026), indeks S&P 500 naik 0,65% dan mengakhiri sesi di level 6.966,28. Nasdaq menguat 0,82% menjadi 23.671,35, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48% menjadi…