JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa, dengan kenaikan sebesar 70,43 poin atau 1,19 persen ke level 5.986,50. Penguatan indeks utama ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham sektor properti serta sentimen positif dari rilis data ekonomi domestik.
Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turut mencatatkan apresiasi sebesar 10,44 poin atau 1,79 persen menuju posisi 549,92. Meskipun indeks ditutup di zona hijau, volume dan nilai transaksi perdagangan terpantau masih cenderung terbatas sepanjang hari.
Sektor properti menjadi penopang utama laju IHSG dengan mencatatkan penguatan sebesar 3,03 persen. Selain itu, sentimen positif juga didorong oleh dua saham pendatang baru hasil penawaran umum perdana (IPO) yang mencatatkan kenaikan hingga batas Auto Reject Atas (ARA).
Data cadangan devisa Indonesia per Juni 2026 yang meningkat menjadi 145,6 miliar dolar AS turut memberikan sentimen positif bagi pasar. Angka ini naik dibandingkan posisi Mei 2026 yang berada di kisaran 144,9 miliar dolar AS.
Pasar juga merespons usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait pengurangan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2027. Kebijakan fiskal tersebut menjadi salah satu poin yang dicermati oleh para pelaku pasar saat ini.
Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan untuk menguji level psikologis di angka 6.000 pada perdagangan mendatang. Namun, investor tetap diimbau untuk mewaspadai potensi koreksi jangka pendek akibat aksi pengambilan untung atau profit taking.
Di level global, pelaku pasar saat ini tengah menantikan rilis risalah rapat Federal Reserve atau Minutes of Meeting FOMC yang dijadwalkan pada Rabu (08/07) waktu Amerika Serikat. Risalah tersebut menjadi krusial karena memuat proyeksi ekonomi dan rasionalisasi di balik kebijakan moneter bank sentral AS.
Berdasarkan data sektoral IDX-IC, sepuluh sektor mencatatkan kenaikan dengan sektor properti memimpin di posisi teratas. Sektor barang konsumen non-primer dan sektor keuangan menyusul dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,59 persen dan 1,42 persen.
Sebaliknya, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang berada di zona merah dengan koreksi sebesar 0,54 persen. Saham-saham seperti APLN, LAND, NTBK, BIPP, dan RODA menjadi jajaran saham yang membukukan kenaikan harga paling signifikan.
Di sisi lain, saham-saham yang mengalami tekanan jual atau penurunan harga terbesar meliputi COCO, TRUS, MMIX, LAPD, dan LUCY. Total frekuensi perdagangan mencapai 1,65 juta kali transaksi dengan volume 21,22 miliar lembar saham senilai Rp10,13 triliun.
Secara statistik pasar, sebanyak 450 saham mengalami kenaikan harga, sementara 222 saham melemah dan 289 saham lainnya tidak mengalami perubahan nilai. Kinerja IHSG ini berbanding terbalik dengan bursa regional Asia lainnya yang mayoritas melemah seperti Nikkei, Shanghai, dan Hang Seng, namun searah dengan penguatan indeks Strait Times.







