Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif sepanjang sesi perdagangan pertama hari Senin (22/12/2025), terdorong oleh sentimen positif dari bursa regional.
IHSG tercatat menguat 0,19% atau 16,108 poin, mencapai level 8.625,659. Data RTI menunjukkan, 250 saham mengalami kenaikan, sementara 409 saham mengalami penurunan, dan 144 saham stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 25,4 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,3 triliun.
Enam indeks sektoral menjadi motor penggerak penguatan IHSG. Sektor energi memimpin dengan kenaikan 2,19%, diikuti sektor barang baku sebesar 1,45%, dan sektor transportasi & logistik sebesar 0,84%.
Di jajaran saham LQ45, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 12,79% ke level Rp 388, disusul PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 6,57% ke Rp 4.380, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 3,26% ke Rp 3.170.
Sebaliknya, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar di LQ45 antara lain PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang turun 6,25% ke Rp 330, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang melemah 4,90% ke Rp 1.165, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang terkoreksi 2,89% ke Rp 2.690.
Pergerakan positif IHSG sejalan dengan sentimen pasar Asia-Pasifik yang juga didorong oleh keputusan bank sentral China.
People’s Bank of China (PBOC) mempertahankan suku bunga acuan pinjaman (Loan Prime Rate/LPR) tenor 1 tahun di level 3% dan tenor 5 tahun di level 3,5%. Keputusan ini menandai ketujuh kalinya secara berturut-turut suku bunga tidak mengalami perubahan, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,55%, sementara CSI 300 China daratan menguat 0,55%. S&P/ASX 200 Australia juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,54% pada perdagangan awal.
Di Jepang, Nikkei 225 melonjak 1,58% dan Topix menguat 0,86%, setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%, level tertinggi dalam hampir tiga dekade terakhir.
Pasar saham Korea Selatan juga mengalami penguatan, dengan Kospi melesat 1,83% dan Kosdaq naik 0,99%.
Secara keseluruhan, penguatan bursa Asia mencerminkan optimisme investor, meskipun bank sentral China masih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter di tengah ketidakpastian pemulihan ekonomi.







