Tutup
EmasInvestasiNews

Investor Amankan Untung, Harga Emas Global Terkoreksi Tajam

233
×

Investor Amankan Untung, Harga Emas Global Terkoreksi Tajam

Sebarkan artikel ini
harga-emas-dunia-turun-11-persen-dari-rekor,-investor-ramai-ambil-untung-usai-reli-panjang
Harga Emas Dunia Turun 11 Persen dari Rekor, Investor Ramai Ambil Untung Usai Reli Panjang

Jakarta – Harga emas dan perak mengalami penurunan tajam pada perdagangan hari ini, Selasa (10/2/2026). koreksi ini mengakhiri reli harga yang terjadi selama dua hari sebelumnya.

Aksi ambil untung (profit taking) oleh investor menjadi pemicu utama penurunan ini. Investor cenderung mengamankan keuntungan setelah harga logam mulia mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Data dari Mint menunjukkan harga emas dunia anjlok 0,70 persen ke level US$5.040 atau sekitar Rp 84,69 juta per ons troy (dengan kurs Rp 16.800 per dolar AS).

Harga perak spot juga terkoreksi lebih dalam, turun 1,94 persen menjadi US$80,33 atau sekitar Rp 1,34 juta per ons troy.

Secara akumulatif,harga emas telah turun lebih dari 11,27 persen dari rekor tertingginya di harga US$5.608,25 yang dicapai pada 29 Januari 2026.

Harga perak juga terpangkas sekitar 50 persen dari level tertinggi sepanjang masa di area US$121,64.

Tekanan pada harga emas dan perak dinilai lebih disebabkan oleh faktor teknikal, bukan perubahan fundamental.

Lonjakan harga sebelumnya yang didorong aktivitas spekulatif membuat pasar berada di area jenuh beli, sehingga rentan terhadap aksi profit taking.

“Koreksi ini sebagian besar didorong oleh aksi ambil untung dan perubahan ekspektasi makro, termasuk anggapan bahwa siklus pelonggaran The Fed mulai tertahan,” kata chief Investment Officer Choice AMC Limited, Rochan Pattnayak.

Namun, Pattnayak menilai koreksi harga emas saat ini bersifat sementara. Penurunan harga emas di bawah 1 persen ini tidak mengubah prospek jangka panjangnya.

“Koreksi ini tidak merusak relevansi strategis emas dalam jangka panjang,” imbuhnya.

Lingkungan makro global masih mendukung pergerakan emas dengan pertumbuhan pasokan yang terbatas.

Ketidakpastian geopolitik yang berlanjut dan permintaan bank sentral terhadap emas juga diperkirakan tetap kuat.

faktor-faktor utama lain yang menopang tren jangka panjang emas dinilai masih solid. Pergeseran minat investor dari obligasi dan mata uang menuju aset lindung nilai masih menjadi pendorong utama.

Sejumlah bank dan manajer aset global, termasuk Deutsche bank AG dan Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan harga emas berpeluang kembali rebound seiring kuatnya permintaan struktural.

Bank sentral Tiongkok memperpanjang aksi beli emas untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari lalu.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve AS (The Fed) dan inflasi.

Laporan ketenagakerjaan AS pada bulan Januari 2026 yang dijadwalkan segera rilis diperkirakan menunjukkan pasar tenaga kerja yang mulai stabil.