Tutup
News

Kemen Ekraf Latih Talenta Digital Pariaman

91
×

Kemen Ekraf Latih Talenta Digital Pariaman

Sebarkan artikel ini
perkuat-talenta-periklanan-digital,-kemen-ekraf-dan-ida-sukses-gelar-aktif-native-advertising-di-kota-pariaman
Perkuat Talenta Periklanan Digital, Kemen Ekraf dan IDA Sukses Gelar Aktif Native Advertising di Kota Pariaman

Pariaman – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Deputi Bidang Kreativitas Media memperkuat talenta periklanan digital di Kota Pariaman lewat pelatihan Aktif Native Advertising di Balairung Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026). Kegiatan yang diikuti 75 generasi muda, mahasiswa, dan pelaku UMKM itu berlangsung sukses dan berakhir pada 18 April 2026 pukul 17.30 WIB.

Program yang berkolaborasi dengan Indonesia Digital Association (IDA) dan didukung Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumbar itu menjadi langkah strategis untuk mendorong subsektor periklanan, penerbitan, dan fotografi sebagai mesin pertumbuhan baru sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana banjir.

Dalam pembukaan pelatihan, Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi menyampaikan industri periklanan global diproyeksikan mencapai 1 triliun dolar AS pada 2026. Di Indonesia, penyerapan tenaga kerja di sektor ini juga meningkat hingga 14 persen dalam satu tahun terakhir.

“Kami memilih Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman karena memiliki potensi talenta kreatif dan produk ekonomi kreatif yang besar. Tantangannya adalah bagaimana mengemas potensi tersebut agar menarik secara digital. Melalui program Aktif Native Advertising, kami ingin memberdayakan masyarakat lokal agar mampu mempromosikan potensi daerah dengan standar kualitas media nasional,” ujar Cecep Rukendi.

Fokus utama program ini ialah mendorong kemampuan peserta melalui native advertising,yakni pendekatan mengemas iklan secara cerdas dan organik agar menyatu secara alami dengan konten. Cecep menilai, di tengah banjir informasi, audiens cenderung menghindari iklan yang mengganggu.

“Kita ingin para peserta belajar cara membuat ‘iklan rasa konten’ yang etis dan menarik tanpa menghilangkan nilai komersialnya. Kami ingin talenta di Sumatera Barat, khususnya di Kota pariaman, tidak hanya menjadi penonton dalam ledakan industri digital, tetapi menjadi pemain aktif yang kompeten,” tambahnya.

Pelaksanaan Aktif Native Advertising dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad dan dihadiri Direktur Periklanan Andy Ruswar, Direktur Penerbitan dan Fotografi Imam Santosa, Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media Selliane Halia Ishak, Ketua SMSI Sumatera Barat Zulnadi, Sekretaris SMSI Sumbar Gusfen Khairul, Ketua SMSI Kota Pariaman Ikhlas Darma Murya, Kadis Kominfo Kota Pariaman Andi, pimpinan perguruan tinggi di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, serta Ketua Kadin dan Ketua HIPMI kota Pariaman.

dalam sambutannya, Yota Balad menegaskan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi dan pemasaran produk unggulan Kota Pariaman melalui platform digital.

“Pemerintah kota berkomitmen penuh mendukung fasilitasi seperti ini agar mampu meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif lokal dalam menghasilkan karya visual berkualitas serta memperkenalkan potensi dan keunikan produk lokal Pariaman secara luas ke penjuru dunia,” ujarnya sebelum resmi membuka acara.

Agar materi selaras dengan kebutuhan industri terkini, program ini menghadirkan mentor profesional lintas bidang, mulai dari jurnalisme, fotografi, hingga produksi konten digital. Mereka di antaranya Muhammad Zulfikar dari National Geographic, Muin dan febrizal sebagai praktisi jurnalisme dan editor video, Reiza Maspaitella dari Grid Voice, fotografer profesional Marrysa Tunjung Sari, serta Aflili Sari dari Canvassador.

Kegiatan yang berlangsung pada 17-18 April ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis. Peserta juga mendapat pendampingan lanjutan untuk menyusun portofolio profesional sebagai bekal menembus industri kreatif sekaligus membuka peluang menjadi jurnalis warga. Karya yang dihasilkan diproyeksikan masuk ke media nasional sehingga berpotensi membuka peluang kolaborasi dan monetisasi.

“IDA mendukung penuh kolaborasi bersama Kemenekraf dengan membawa standar industri langsung ke daerah.Sinergi ini memastikan bahwa peserta belajar langsung dari praktisinya mengenai fotografi, desain, hingga storytelling yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” jelas Ramya Prajna S., Ketua Bidang Agency IDA.

Selain pembekalan ilmu, peserta juga berkesempatan memenangkan berbagai apresiasi dari OPPO indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas kreatif mereka. Selain dari OPPO,peserta yang terdiri dari tujuh kelompok juga memperoleh hadiah setiap sesi dari IDA berupa berbagai suvenir hasil UMKM.

Saat menutup pelatihan Aktif Native Advertising ini, Direktur Periklanan kemenekraf Andy Ruswar mengaku terkesan dengan antusiasme para peserta. Ia berharap semangat itu tetap terjaga selama pendampingan lanjutan hingga tiga minggu ke depan, sehingga mereka benar-benar menjadi pelaku ekonomi kreatif yang bermanfaat bagi diri sendiri serta UMKM di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

Andy Ruswar juga mengatakan keberhasilan pelatihan Aktif Native Advertising antara Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dan IDA membuka peluang kegiatan serupa digelar kembali pada masa mendatang di daerah berbeda. Dengan begitu,akan semakin banyak pelaku ekonomi kreatif berbasis periklanan digital yang tumbuh dan berdampak bagi UMKM daerah.