Tutup
BisnisEnergiNews

MIND ID-Pertamina Kolaborasi, Hilirisasi Batu Bara Pacu Energi

267
×

MIND ID-Pertamina Kolaborasi, Hilirisasi Batu Bara Pacu Energi

Sebarkan artikel ini
sinergi-strategis-hilirisasi-batu-bara,-mind-id-akselerasi-kemandirian-energi-nasional
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, MIND ID Akselerasi Kemandirian Energi Nasional

Jakarta – MIND ID dan PT Pertamina (Persero) berkolaborasi strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Kerja sama ini mendukung visi Asta Cita presiden Prabowo Subianto.

Fokus utama adalah percepatan hilirisasi batu bara menjadi energi alternatif.

Produk yang dihasilkan meliputi Synthetic Natural Gas (SNG), Dimethyl Ether (DME), dan Methanol.

Tujuannya memperkuat rantai mineral, batu bara, dan energi nasional.

Penandatanganan kerja sama strategis menandai langkah transformatif ini.

Acara tersebut disaksikan oleh Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, dan Managing Director Industrialization, Ardy Muawin, Jumat (9/1/2026).

Inisiatif ini wujud nyata peran aktif MIND ID dalam menjalankan mandat pemerintah.

Mandat tersebut mendukung hilirisasi dan industrialisasi melalui teknologi hilirisasi batu bara.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan kerja sama ini memperkuat struktur industri nasional.

Pengembangan rantai nilai mineral, batu bara, dan energi dilakukan di dalam negeri.

“MIND ID melalui bukit Asam sebagai pemasok, bersama Pertamina, akan mengawasi setiap tahap kerja sama hingga terealisasi dan dirasakan manfaatnya,” ujar Maroef, Senin (12/1/2026).

Pertamina berperan sebagai offtaker dan agregator infrastruktur distribusi.

Jaringan distribusi yang luas memastikan hasil hilirisasi batu bara terserap efektif.

Hasil hilirisasi meliputi Dimethyl Ether (DME), Synthetic Natural Gas (SNG), dan metanol sebagai substitusi energi impor.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyatakan kolaborasi ini tonggak sejarah kedaulatan energi.

“Sebagai tulang punggung energi nasional, kami berkomitmen mengoptimalkan infrastruktur distribusi Pertamina untuk mendukung hilirisasi ini,” kata simon.

“Ini langkah nyata mengurangi ketergantungan impor LPG dan memastikan energi terjangkau bagi rakyat, sejalan dengan target swasembada energi pemerintah,” tambahnya.

Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG nasional mencapai 10 juta metrik ton (MT) pada 2026.

Produksi domestik saat ini baru mencapai 1,3–1,4 juta MT.