Tutup
Teknologi

AI Berkembang, Serangan Siber Mengintai Indonesia?

307
×

AI Berkembang, Serangan Siber Mengintai Indonesia?

Sebarkan artikel ini
indonesia-dihujani-hampir-15-juta-serangan
Indonesia Dihujani Hampir 15 Juta Serangan

Jakarta – Indonesia menjadi target utama pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).Ironisnya, hal ini dibarengi dengan peningkatan signifikan dalam kejahatan siber.

Data dari Oxford Insight menunjukkan kesiapan Indonesia dalam mengadopsi AI mencapai 65,85 persen.Sektor pemerintahan dan data menjadi yang terdepan.

namun, di balik potensi AI, ancaman siber mengintai. Kaspersky mencatat, sepanjang tahun lalu, 14,9 juta serangan berbasis web berhasil diblokir di Indonesia.

Artinya, setiap hari ada sekitar 40.848 upaya serangan siber yang menyasar pengguna internet di tanah air.

Bahkan, diperkirakan lebih dari 22 persen pengguna di Indonesia akan menghadapi ancaman online sepanjang tahun 2025.

Indonesia kini berada di peringkat ke-84 dunia dalam hal bahaya terkait aktivitas browsing. Serangan melalui browser menjadi metode utama penyebaran program berbahaya.

Pelaku kejahatan siber memanfaatkan celah keamanan pada browser dan plugin, serta menggunakan rekayasa sosial untuk menembus sistem.

Berikut adalah lima negara teratas dengan pengguna yang paling sering menjadi sasaran ancaman berbasis web:

  1. Belarusia (37,6 persen)
  2. Andorra (37,6 persen)
  3. Tajikistan (34,5 persen)
  4. Ukraina (34,5 persen)
  5. Yunani (33,9 persen)

“Keamanan siber adalah aspek penting dalam implementasi AI,” tegas General Manager Kaspersky untuk ASEAN, Simon Tung, Selasa (3/3/2026).

Ia menekankan pentingnya tim IT memiliki tim operasi keamanan yang mumpuni untuk memantau dan mengatasi ancaman siber.

“Melindungi data pribadi juga harus menjadi prioritas utama bagi pengguna,” imbuhnya.

Tung memprediksi peningkatan insiden siber yang semakin canggih tahun ini. AI diprediksi menjadi penghubung utama risiko yang muncul.

AI memang dapat membantu pertahanan dalam mendeteksi anomali lebih cepat. Namun, di sisi lain, AI juga dapat dimanfaatkan penyerang untuk merancang serangan, menyelidiki infrastruktur, dan menghasilkan konten berbahaya yang lebih meyakinkan.