Tutup
BisnisInvestasiNews

Pemerintah Susun Strategi Stimulus Ekonomi untuk Semester Dua

125
×

Pemerintah Susun Strategi Stimulus Ekonomi untuk Semester Dua

Sebarkan artikel ini
‎bp-bumn-kawal-stimulus-ekonomi,-dony-oskaria:-ini-akselerasi-pertumbuhan-ekonomi-semester-ii-2026-‎
‎BP BUMN Kawal Stimulus Ekonomi, Dony Oskaria: Ini Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Semester II 2026 ‎

Jakarta – Pemerintah mulai menyusun strategi percepatan ekonomi untuk semester II tahun 2026. Langkah ini dimatangkan melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin langsung oleh Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Optimisme pemerintah kian menguat menyusul capaian pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang menyentuh angka 5,61 persen. Catatan positif ini melampaui kinerja sejumlah negara G20, sehingga target pertumbuhan tahunan sebesar 5,4 persen dinilai sangat realistis.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, hadir untuk menyelaraskan transformasi perusahaan pelat merah dengan agenda nasional. Fokus utamanya mencakup efisiensi anggaran, evaluasi sistem kerja Work From Home (WFH), hingga akselerasi program strategis.

“BP BUMN memaparkan evaluasi kebijakan transformasi budaya kerja melalui implementasi Work From Home (WFH), efisiensi anggaran, hingga percepatan program strategis nasional yang melibatkan BUMN dan Danantara,” ungkap Dony, Selasa (26/5/2026).

Guna menjaga daya beli masyarakat, pemerintah telah menyiapkan stimulus berupa diskon transportasi untuk periode libur sekolah dan Nataru 2026/2027. Potongan harga ini akan berlaku bagi pengguna tiket pesawat, kereta api, kapal laut, hingga jasa penyeberangan.

Pemerintah juga memastikan distribusi bantuan pangan bagi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipercepat melalui BULOG. Di saat bersamaan, Danantara mengucurkan investasi sebesar Rp116 triliun untuk mendukung 13 proyek prioritas pada hilirisasi nasional tahap II.

Efisiensi internal BUMN pun terus digenjot melalui perampingan organisasi besar-besaran. Tercatat, lebih dari 1.000 entitas BUMN kini dipangkas menjadi hanya 280 entitas agar perusahaan negara lebih kompetitif dan profesional.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong program vokasi dan pemagangan nasional untuk mencetak SDM unggul. Komitmen ini diambil demi memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di tengah ketidakpastian kondisi global.

Dony Oskaria belakangan memang tengah gencar melakukan berbagai gebrakan strategis. Beberapa agenda besar yang ia kawal di antaranya target laba BUMN Rp450 triliun pada 2029, pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) untuk ekspor SDA, hingga perhatiannya pada kasus kriminalisasi di Lampung.