Tutup
News

PMI Bangunkan Kembali Rumah Warga Agam Terdampak Banjir

269
×

PMI Bangunkan Kembali Rumah Warga Agam Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
pmi-sumbar-bangun-rumah-tumbuh-untuk-korban-galodo-di-malalak-timur
PMI Sumbar Bangun Rumah Tumbuh untuk Korban Galodo di Malalak Timur

Agam – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat membangun 15 unit Rumah Tumbuh untuk warga Jorong toboh, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam.

Bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.Pembangunan Rumah Tumbuh merupakan hasil donasi dari masyarakat jakarta Selatan.

Ketua Bidang Organisasi PMI Sumbar, Aim zein, mengatakan 14 unit rumah lainnya akan rampung sebelum Lebaran.

Hal itu ia sampaikan saat serah terima Rumah Tumbuh di Jorong Toboh, Malalak, Selasa (10/2/2026).

“Sebagai simbolis diserahterimakan 1 rumah dari Pemerintah Kota Jakarta Selatan kepada masyarakat,sisanya akan dikerjakan sampai semua siap dihuni oleh masyarakat,” ujarnya.

Aim berharap bantuan rumah ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan menjadi hunian yang lebih layak.

Rumah tumbuh PMI dibangun seluas 6×6 meter dengan kerangka baja, atap spandek, dan dinding GRC anti rayap.Lantainya semen, memiliki 1 ruang tamu dan 2 kamar tidur.

relawan PMI Bukittinggi dan Agam yang bertugas di Posko Lapangan PMI Provinsi Sumatera Barat di Malalak, dibantu masyarakat setempat dan pemilik rumah, membangun Rumah Tumbuh tersebut.

Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, mundari, berharap masyarakat bisa kembali bangkit dan menjalani hidup dengan lebih baik.

“Dengan Rumah Tumbuh ini bisa membantu masyarakat Nagari Toboh ini segera kembali seperti sediakala,” kata mundari.PMI juga melengkapi bantuan dengan peralatan rumah tangga berupa kasur, kompor gas, dan selimut untuk masing-masing Rumah Tumbuh.

Bantuan ini merupakan donasi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Staf Ahli Bupati Agam, Dandi Pribadi, menyampaikan bahwa dengan bantuan Rumah Tumbuh PMI, seluruh warga Jorong Toboh yang rumahnya hanyut sudah memiliki tempat berteduh.

“PMI bergerak berdasarkan data dan asesmen yang tepat, sehingga semua masyarakat Alhamdulillah sudah terbantu,” ujarnya.

Muzahar (58), ayah dari Aulia Rahmi, pemilik Rumah tumbuh PMI pertama, bersyukur atas perhatian masyarakat Indonesia.

“Alhamdulillah anak saya sekarang sudah punya rumah kembali,” katanya.

Ia juga bersyukur karena Rumah Tumbuh PMI dibangun di tanah milik warga itu sendiri, sehingga hunian ini bisa ditempati dalam waktu yang lebih lama.

“Permintaan kami alhamdulillah dikabulkan oleh PMI dan donatur. Terimakasih banyak kami ucapkan kepada masyarakat Jakarta Selatan, semoga menjadi amal ibadah untuk semuanya,” tutup Muzahar.