Teknologi

UMKM Perkuat Strategi Bisnis di Luar Platform Marketplace

63
×

UMKM Perkuat Strategi Bisnis di Luar Platform Marketplace

Sebarkan artikel ini
umkm-tak-lagi-bergantung-pada-platform-marketplace
UMKM Tak Lagi Bergantung pada Platform Marketplace

Jakarta – Kesuksesan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah kini tidak lagi semata-mata bergantung pada pemanfaatan platform belanja daring.

Fakta tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk “Jakarta Hustle: Resilience and Resourcefulness beyond E-Commerce Platform” yang digelar di Gedung SMESCO, Jakarta.

Amore Minayora dari University of the West of England (UWE) memaparkan hasil risetnya mengenai strategi bertahan UMKM di tengah serbuan produk impor murah.

Menurut penelitian tersebut, pengusaha lokal justru semakin tangguh berkat kedekatan mereka dengan rantai pasok dalam negeri, kemitraan logistik, serta hubungan personal yang erat dengan konsumen.

Dosen UPH sekaligus pemerhati isu Tiongkok, Johanes Herlijanto, menanggapi tudingan praktik jual rugi atau predatory pricing pada produk impor di pasar digital kita.

Johanes menyatakan bahwa hingga kini belum ditemukan bukti hukum yang kuat untuk mendukung tuduhan tersebut, meski ia mengakui harga barang impor memang sangat kompetitif.

Ia mengenang masa awal kemunculan e-commerce, di mana harga barang impor yang murah justru sempat menjadi keuntungan bagi pedagang lokal untuk memperoleh stok modal yang terjangkau.

Dinamika pasar berubah drastis setelah ekosistem digital memungkinkan penjual asing menjangkau konsumen Indonesia secara langsung, sehingga memangkas rantai distribusi dan memperketat persaingan.

Sebagai bentuk mitigasi, banyak UMKM kini mulai mendiversifikasi strategi dengan meningkatkan kualitas produk serta membangun jaringan penjualan di luar platform digital.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, menyambut positif kajian ini karena mampu membuka perspektif baru mengenai perilaku sosial pelaku usaha di tengah ekonomi digital.

Riza menilai penelitian tersebut sangat penting untuk menggeser paradigma diskusi UMKM yang selama ini hanya terpaku pada angka statistik adopsi teknologi.