Pendidikan

100 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi di Seluruh Indonesia Akhir Agustus

54
×

100 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi di Seluruh Indonesia Akhir Agustus

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau kesiapan operasional Sekolah Rakyat rintisan di Tangerang.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau kesiapan program Sekolah Rakyat di Tangerang, Banten, Sabtu (8/8).

TANGERANG – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa sedikitnya 50 hingga 100 unit bangunan baru program Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi secara serentak di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Agustus 2026. Operasional ini dijadwalkan dimulai segera setelah perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Peninjauan kesiapan operasional dilakukan Teddy di Sekolah Rakyat (SR) Rintisan yang berlokasi di Politeknik Penerbangan Indonesia, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/8). Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Pemerintah menerapkan konsep sekolah rintisan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tanpa harus menunggu penyelesaian pembangunan gedung permanen. Pembangunan fisik gedung permanen sendiri membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk rampung.

Teddy menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh mengalami keterlambatan dalam memperoleh pendidikan. Program ini merupakan inisiatif strategis yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan Kementerian Sosial sebagai sektor pengampu utama.

Khusus untuk wilayah Banten, pemerintah telah menyiapkan dua sekolah baru dengan tambahan enam unit berformat rintisan. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menampung siswa yang sebelumnya terancam putus sekolah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan partisipasi lebih dari 150 ribu siswa di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia pada tahun 2027. Saat ini, jumlah siswa yang telah terdaftar dalam program Sekolah Rakyat tercatat mencapai lebih dari 43.000 orang.

Sebagai bagian dari target jangka panjang, pemerintah mewajibkan setiap kabupaten dan kota memiliki setidaknya satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Setiap unit gedung tersebut dirancang untuk memiliki daya tampung lebih dari 2.000 siswa.

Pemerintah juga berfokus pada efisiensi penyediaan sarana pendukung bagi para siswa. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan perlengkapan sekolah yang terjangkau, seperti sepatu khusus dengan harga Rp80 ribu sesuai arahan Presiden.

Keberhasilan program ini menjadi salah satu indikator kinerja kabinet yang mendapat sorotan publik. Berdasarkan survei terbaru dari Indonesia Political, Teddy Indra Wijaya menempati posisi kedua dalam penilaian positif kinerja jajaran Kabinet Merah Putih.

Di sisi lain, pemerintah tetap menekankan pentingnya pengawasan terhadap setiap proyek strategis nasional. Presiden Prabowo Subianto menyatakan tidak akan segan untuk turun tangan langsung apabila ditemukan kendala di lapangan, termasuk jika kepala daerah tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang dikeluhkan rakyat.

Seiring dengan akselerasi program pendidikan ini, pemerintah juga terus memantau kinerja sektor ekonomi nasional. Peningkatan pendapatan signifikan pada instansi seperti Danantara, yang mencatatkan kenaikan revenue hingga 400 persen dalam setahun, tetap menjadi perhatian untuk memastikan audit yang transparan bagi kepentingan publik.