Jatinangor – Sebanyak 75 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Sumatera Barat menerima pembekalan khusus dari Gubernur Mahyeldi Ansharullah di Aula Fakultas Politik Pemerintahan, Rabu (5/8/2026).
Mahyeldi menekankan agar calon pamong praja ini mulai membangun integritas, kompetensi, serta rekam jejak yang mumpuni sejak dini.
Ia mengingatkan bahwa kursi jabatan bukanlah tujuan utama, melainkan wadah untuk mengabdi kepada masyarakat.
Transformasi digital melalui pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi poin krusial yang ia dorong agar layanan publik di masa depan jauh lebih efektif.
Keberhasilan seorang birokrat, lanjut Mahyeldi, tidak ditentukan oleh jabatan strukturalnya, melainkan oleh dampak nyata yang dirasakan rakyat.
Mengingat kondisi geografis Sumatera Barat yang rawan bencana, para praja dituntut memiliki mental baja serta ketangkasan dalam mengambil keputusan di bawah tekanan.
Para kader birokrasi masa depan ini juga diminta memegang teguh falsafah Tungku Tigo Sajarangan untuk merawat persatuan serta meneladani integritas tokoh bangsa seperti Bung Hatta.
Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan IPDN, Budi Arwan, memberikan apresiasi atas kehadiran delegasi Pemprov Sumbar sebagai bentuk dukungan moral bagi para mahasiswa.
Suasana pertemuan yang hangat ini dimanfaatkan oleh para praja untuk berdiskusi langsung dengan pemerintah daerah asal mereka.
Pemprov Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus membina kader-kader profesional yang inovatif demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.






