TANAH BUMBU – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memberikan klarifikasi resmi terkait kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil tangki di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8). Perusahaan menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukan merupakan armada operasional resmi milik Pertamina.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas insiden tabrakan yang memicu perhatian publik. Berdasarkan hasil penelusuran internal, mobil tangki yang terlibat tidak terdaftar dalam sistem armada resmi Pertamina.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyatakan bahwa kendaraan tersebut juga tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di terminal mana pun milik perusahaan. Pihaknya memastikan tidak ada keterkaitan operasional antara mobil tersebut dengan distribusi logistik Pertamina.
Hingga saat ini, pihak Pertamina terus melakukan koordinasi intensif dengan aparat kepolisian setempat. Hal ini dilakukan guna memastikan informasi akurat mengenai status kendaraan tersebut.
Pertamina menyerahkan sepenuhnya proses penanganan serta penyelidikan insiden kepada pihak berwenang. Perusahaan berkomitmen mendukung kelancaran proses hukum atas kecelakaan yang terjadi di wilayah tersebut.
Selain klarifikasi operasional, pihak manajemen menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa nahas ini. Perusahaan berharap para korban yang mengalami luka-luka dapat segera pulih.
Bagi keluarga korban yang meninggal dunia, Pertamina turut menyampaikan simpati. Perusahaan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut.
Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan tangki BBM kerap menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang. Sebelumnya, fenomena keterlibatan personel TNI dalam mengemudikan truk tangki Pertamina sempat viral pada 15 Juli 2026, yang memicu diskusi mengenai standar operasional distribusi bahan bakar.
Selain itu, catatan kecelakaan lalu lintas di Indonesia sepanjang Juli hingga Agustus 2026 menunjukkan tren peningkatan insiden di berbagai wilayah. Kasus-kasus besar seperti kecelakaan beruntun di Indramayu pada 12 Juli 2026 yang menewaskan 12 orang serta kecelakaan di Sibolangit dengan tujuh kendaraan terlibat, menuntut kewaspadaan lebih tinggi bagi pengguna jalan raya.
Kecelakaan lalu lintas di jalur lintas provinsi sering kali disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kelalaian pengemudi hingga masalah teknis kendaraan. Kejadian di Tanah Bumbu ini menambah deretan daftar kecelakaan kendaraan berat yang terjadi di jalur distribusi nasional dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (2/8), pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Fokus utama penyidikan diarahkan pada identitas pemilik kendaraan serta penyebab pasti kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka tersebut.





