Tutup
News

Pertamina Dorong Ribuan Nelayan dan Petani Cilacap Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan

260
×

Pertamina Dorong Ribuan Nelayan dan Petani Cilacap Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
pertamina-dorong-ribuan-nelayan-dan-petani-cilacap-manfaatkan-energi-ramah-lingkungan
Pertamina Dorong Ribuan Nelayan dan Petani Cilacap Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan

Cilacap – PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui serangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada teknologi ramah lingkungan di Kabupaten Cilacap.Inisiatif ini diwujudkan melalui tiga program utama, yaitu Bu Petra, PINKY RUDAL, dan pepes SEGA K CAP, yang dirancang untuk mengatasi dampak perubahan iklim dan memperkuat perekonomian lokal.Heppy Wulansari, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menekankan pentingnya integrasi inovasi lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. “Kita tidak hanya menyelamatkan alam, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perusahaan bekerja sama dengan masyarakat untuk menciptakan solusi yang memberikan dampak positif baik secara ekologis maupun ekonomis.

program Bu Petra (Budidaya Perikanan terintegrasi), yang dikelola oleh Fuel Terminal Lomanis di Desa Sidamukti, memanfaatkan energi panel surya untuk menggerakkan kincir air dan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar untuk mesin pencetak pelet ikan. Sepanjang tahun 2025, kelompok PUR 123 berhasil memanen 263 kilogram ikan.Program ini memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung kepada 100 warga. Mesin “Waste to Pellet” juga secara signifikan mengurangi biaya produksi pakan sekaligus mengubah limbah plastik rumah tangga menjadi energi produktif.

Di sektor pertanian, PINKY RUDAL (Pengering Padi siasat Perubahan iklim), yang dibina oleh Fuel Terminal Maos, membantu ratusan petani dari kelompok KAWISTA dengan alat pengering padi berbasis energi terbarukan. Alat ini mampu memangkas waktu pengeringan padi dari tiga hari menjadi hanya beberapa jam, meningkatkan kualitas gabah, dan mengatasi tantangan perubahan iklim yang disebabkan oleh curah hujan tinggi yang tidak menentu. Dampaknya langsung dirasakan melalui peningkatan harga jual dan penurunan tingkat kerugian hasil panen.

Sementara itu, Integrated Terminal Cilacap mengembangkan program Pepes SEGA K CAP, yang telah mengolah 13,5 ton ikan rucah menjadi pelet ramah lingkungan sejak program ini dimulai. Inovasi SENOPATI mampu mempersingkat proses sortir ikan dan sampah dari tiga jam menjadi satu jam, sementara alat SEGA RAHARJA menghemat hingga Rp1.160.000 per bulan dalam biaya pakan nelayan. Dari total 980 nelayan di Kelurahan Kutawaru, program ini mulai memberikan manfaat kepada komunitas pesisir yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Selain itu, 135 kilogram mikroalga telah diolah menjadi bahan campuran pelet, menambah nilai ekonomis dari potensi lokal yang sebelumnya tidak termanfaatkan.

Wulansari menyimpulkan bahwa program-program ini bukan hanya tentang peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga membuktikan bahwa pembangunan keberlanjutan harus dibangun dari bawah bersama masyarakat.