Tutup
EnergiIndustri

DEB Besakih Bali, Pertamina Lestarikan Hutan Tingkatkan Kesejahteraan Dengan Energi Terbarukan

767
×

DEB Besakih Bali, Pertamina Lestarikan Hutan Tingkatkan Kesejahteraan Dengan Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini
deb-besakih-bali,-pertamina-lestarikan-hutan-tingkatkan-kesejahteraan-dengan-energi-terbarukan
DEB Besakih Bali, Pertamina Lestarikan Hutan Tingkatkan Kesejahteraan Dengan Energi Terbarukan

Bali – Pertamina memperluas inisiatif energi bersih melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) di Desa Besakih, bali.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian energi masyarakat secara berkelanjutan sekaligus menghijaukan kawasan yang sebelumnya gersang.

Penghijauan dilakukan melalui penanaman pohon produktif oleh warga bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Maha Wana Basuki dalam program Perhutanan Sosial.

Ketua LPHD Mahawana Besakih,I Nyoman Artana menyatakan pengelolaan Hutan Desa Besakih mengedepankan keseimbangan lingkungan.

“Apabila lokasi ini tidak dipelihara dengan baik maka akan memengaruhi potensi bencana alam dan perubahan iklim di bali,” ucap Nyoman pada Jumat (11/7/2025).

Nyoman menambahkan, pemulihan dan pengembangan hutan Desa Besakih telah dimulai sejak 2023 melalui program penguatan kelompok, penanaman pohon endemik, dan pengembangan produk madu.

Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Manggis turut mendampingi program ini, termasuk dalam pembangunan dan penataan kawasan wisata.

“Hutan Desa Besakih dikelola dengan menerapkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berarti tiga penyebab kebahagiaan,” terang Nyoman.

Konsep ini mengajarkan tentang hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Vice President corporate Dialog Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan program DEB Desa Besakih yang diresmikan pada jumat (11/7/2025), meningkatkan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di kawasan hutan Desa Besakih.

PLTS berkapasitas 6,6 KWp dengan kapasitas baterai 20 KWh ini dimanfaatkan warga untuk mesin ekstraktor madu otomatis dan penerangan di lokasi camping.

Fadjar menjelaskan, program DEB Desa besakih diharapkan dapat menggerakkan perekonomian area perhutanan sosial sebesar Rp 120 juta per bulan melalui pengelolaan pariwisata dengan total kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang diestimasikan sebanyak 2.000 orang.

Selain itu, program ini juga mendukung produksi madu dan pengolahan hasil hutan non kayu lainnya yang dikelola secara berkelanjutan.

PLTS yang terpasang juga akan memberikan penghematan biaya listrik hingga Rp 14 juta per tahun dan mendukung pengurangan emisi karbon dengan potensi reduksi emisi karbon 8,59 ton Co2eq per tahun.

“DEB merupakan inovasi dan inisiatif Pertamina untuk mewujudkan swasembada energi desa berbasis energi terbarukan,” ujar Fadjar.

Hal ini sejalan dengan amanah Presiden Prabowo Subianto agar setiap desa bisa mandiri energi.

pembangunan DEB disesuaikan dengan potensi sumber energi bersih serta kekuatan dan keunggulan ekonomi masing-masing desa, sehingga memberikan efek ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

DEB Besakih merupakan salah satu dari 80 DEB yang ditargetkan direalisasikan pertamina di tahun 2025.

Secara nasional, hingga saat ini, Pertamina telah membangun 173 DEB di seluruh indonesia.

Terdiri dari 146 DEB berbasis energi surya, 16 DEB gas metana dan biogas, 8 DEB mikrohidro, 2 DEB energi biodiesel dan 1 DEB hybrid energi surya dan angin.

DEB Pertamina mendorong pemanfaatan energi terbarukan dengan kapasitas 791 ribu Watt Peak energi surya, 6.500 liter energi biodiesel, 860 ribu m3 ton biogas dan biometana, 16,500 Watt Peak energi hybrid surya dan angin dan 52 ribu watt energi mikrohidro.

“Seluruh energi bersih ini menyumbang pengurangan emisi karbon hingga 729 ton Co2eq per tahun,” pungkas Fadjar.