Tutup
BisnisFintechNews

Fintech Akui Kebablasan AI, Kembali Rekrut Banyak Karyawan

443
×

Fintech Akui Kebablasan AI, Kembali Rekrut Banyak Karyawan

Sebarkan artikel ini
fintech-ini-menyesal-phk-ribuan-karyawan-gara-gara-ai
Fintech Ini Menyesal PHK Ribuan Karyawan Gara-gara AI

Jakarta – Perusahaan fintech asal Swedia, Klarna, kini membuka kembali lowongan pekerjaan setelah sebelumnya mengganti ribuan karyawan dengan kecerdasan buatan (AI). Penyesalan atas langkah tersebut diungkapkan langsung oleh CEO Klarna, Sebastian Siemiatkowski.

Kurang dari setahun setelah transisi besar-besaran ke AI, Klarna mengakui terlalu berlebihan dalam menerapkan teknologi tersebut.

siemiatkowski menyatakan, penggunaan AI bertujuan memangkas biaya operasional, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat pengambilan keputusan.

Sebelumnya, Klarna mengurangi jumlah karyawan dari 5.000 menjadi 3.800 orang. Mereka bahkan menghentikan kerja sama dengan vendor seperti Salesforce demi beralih ke AI untuk kampanye pemasaran.

Selain itu, Klarna mengerahkan chatbot AI untuk melayani pelanggan, menggantikan sekitar 700 karyawan.

Meski AI mempercepat waktu penyelesaian masalah dari 11 menit menjadi hanya dua menit, produktivitas dan kualitas produk bagi pelanggan tidak meningkat signifikan.

Klarna bahkan sempat menggunakan avatar AI untuk Siemiatkowski dalam memaparkan pendapatan kuartalan perusahaan dan melayani pelanggan di layanan hotline.

Penggunaan AI memang menghemat anggaran perusahaan sekitar US$2 juta (Rp32,7 miliar).

“Kami mungkin cukup berlebihan (pakai AI), sehingga dalam enam bulan terakhir kami mencoba memperbaikinya,” ujar Siemiatkowski, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (16/9/2025).Saat ini, Klarna membuka lebih dari dua lusin lowongan pekerjaan.

Siemiatkowski menekankan, perusahaan akan lebih fokus pada peningkatan produktivitas dan kualitas produk bagi pelanggan.