beijing – Indonesia akan memiliki pusat pengembangan kecerdasan buatan (AI) berkat kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Indonesia Technology Alliance (ITA), dan Tsinghua University.
Ketiga pihak telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendirikan AI Request Cooperation Center di Indonesia.
Pusat ini akan fokus pada penerapan praktis AI di sektor-sektor strategis seperti pendidikan,kesehatan,dan agrikultur.
Direktur Utama dan Kepala Eksekutif Indosat Ooredoo Hutchison,Vikram Sinha,menyatakan AI dapat menjembatani kesenjangan sumber daya dan memberikan kesempatan yang setara bagi masyarakat Indonesia.Academician Zhang Bo dari Tsinghua University menyoroti peran penting AI dalam pemerataan akses pendidikan dan distribusi sumber daya medis.
Sementara itu, chairman ITA, Justisiari P. Kusumah, berkomitmen untuk mendorong kolaborasi yang mempercepat transformasi digital Indonesia.
AI Application Cooperation Center ditargetkan beroperasi mulai awal tahun depan.
Pusat AI ini akan menjadi wadah pengembangan solusi AI khas Indonesia dan melahirkan talenta lokal yang berdaya saing global.
Indosat akan berperan penting dalam menghadirkan inovasi AI dari laboratorium hingga ke kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kolaborasi ini menggabungkan keunggulan teknologi terapan dari Tsinghua University, misi ITA dalam mempercepat ekosistem digital, dan peran indosat sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan.







