Tutup
News

Irigasi Digenjot, Tanah Datar Targetkan Panen Meningkat

156
×

Irigasi Digenjot, Tanah Datar Targetkan Panen Meningkat

Sebarkan artikel ini
pemkab-tanah-datar-terus-upayakan-perbaikan-irigasi-dan-peningkatan-poduktivitas-lahan-pertanian 
Pemkab Tanah Datar Terus Upayakan Perbaikan Irigasi dan Peningkatan Poduktivitas Lahan Pertanian 

Batusangkar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus berupaya mendongkrak produktivitas lahan pertanian. Salah satu caranya melalui program Optimasi Lahan Sawah (Oplah) yang juga menjadi andalan Kementerian Pertanian.

tujuan utama program ini adalah meningkatkan indeks pertanaman dan hasil produksi padi. Penataan sistem pengairan dan lahan pertanian akan dilakukan di seluruh kecamatan.

Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar, Sri Mulyani, mengungkapkan kabar baik. Pada tahun 2025, Kabupaten Tanah Datar menerima alokasi kegiatan Oplah seluas 3.140 hektar.

“ini menjadikan Tanah Datar sebagai kabupaten dengan luas kegiatan Oplah terbesar kedua di Sumatera Barat,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap.Total, ada 127 kelompok tani yang akan menerima manfaat.

Tahap pertama meliputi 675 hektar untuk 27 kelompok. Tahap kedua 1.325 hektar untuk 54 kelompok tani, dan tahap ketiga 1.140 hektar untuk 46 kelompok tani.

Prioritas akan diberikan kepada lahan yang terdampak banjir bandang tahun lalu. Terutama, sawah dengan sumber air terbatas.

“Secara bertahap, irigasi yang rusak akibat bencana diperbaiki melalui dana Oplah ini,” jelas Sri Mulyani. Dengan begitu, lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat kembali ditanami dan meningkatkan indeks pertanaman.

Kegiatan Oplah mencakup pembangunan infrastruktur irigasi dan pengolahan lahan. Infrastruktur meliputi rehabilitasi irigasi tersier, pembangunan dam parit, pipanisasi, pompanisasi, hingga embung. Pengolahan lahan mencakup kegiatan pembajakan sawah agar siap tanam.

Nilai kegiatan mencapai Rp5,5 juta per hektar. Rinciannya, Rp4,6 juta untuk pembangunan infrastruktur dan Rp900 ribu untuk pengolahan lahan.total dana Oplah sebesar Rp17,2 miliar.

“Ini merupakan dana yang cukup besar di tengah kondisi efisiensi anggaran,” ungkapnya. Dukungan ini diperoleh berkat komunikasi yang baik antara pimpinan daerah dengan pemerintah pusat.

Pelaksanaan kegiatan bantuan Oplah dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani. Sistem pembayarannya dilakukan dua tahap, 70 persen pada tahap pertama dan 30 persen untuk pengerjaan kedua.

“Artinya, dana Oplah ini juga memberikan pekerjaan bagi petani itu sendiri dan masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap,” kata Sri Mulyani.

Saat ini, tahap pertama pengerjaan telah rampung 100 persen. Tahap kedua mencapai 80 persen, dan tahap ketiga mulai dikerjakan dengan target selesai pada November 2025.

Selain kegiatan tahun ini, Dinas Pertanian juga telah menyiapkan usulan lanjutan seluas 2.500 hektar untuk tahun 2026. Pihaknya masih membuka kesempatan bagi kelompok tani untuk mengajukan lokasi tambahan yang membutuhkan dukungan Oplah.

“Harapan kita, melalui program ini lahan pertanian di Tanah Datar semakin produktif, sistem irigasi lebih baik, dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” pungkasnya.