SIJUNJUNG – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, melakukan peninjauan mendadak terhadap proyek preservasi jalan nasional di Kabupaten Sijunjung, sumatera Barat, Kamis (5/2/2026).
tujuannya? Memastikan kualitas dan ketepatan waktu proyek strategis tersebut.
Dua ruas jalan menjadi fokus utama peninjauan, yaitu Jalan Tanah Badantuang–Kiliran Jao dan ruas Sungai Dareh–Junction (Koto Baru).
Zigo menekankan betapa pentingnya proyek ini sebagai urat nadi logistik yang menghubungkan Jawa, Palembang, Lampung, dan Jambi ke Sumatera Barat.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan preservasi jalan ini berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas maupun waktu pelaksanaan,” tegas Zigo.
Proyek yang didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini ditargetkan rampung pada 25 Oktober 2027.
Zigo meminta semua pihak bekerja serius dan profesional, tanpa kompromi soal mutu.
Di ruas Jalan Tanah Badantuang–Kiliran Jao, dilakukan rekonstruksi sepanjang 4,98 kilometer, rehabilitasi mayor 19 kilometer, dan rehabilitasi minor 2,9 kilometer.
Sementara di ruas Jalan Sungai Dareh–Junction (Koto Baru), penanganan meliputi rekonstruksi 5,45 kilometer, rehabilitasi mayor 11,8 kilometer, dan rehabilitasi minor 2,1 kilometer.
Zigo mengingatkan dampak fatal jika terjadi kerusakan atau keterlambatan.
“Kalau jalur ini terputus satu hari saja,harga bahan pokok di Padang bisa langsung naik. Ini yang tidak boleh terjadi,” ujarnya.
Ia juga meminta penyedia jasa bekerja sesuai spesifikasi teknis dan target waktu.
Peninjauan ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut arus mudik Lebaran 2026.
Zigo meminta agar pekerjaan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Kita tidak ingin pekerjaan preservasi justru menimbulkan kemacetan atau hambatan saat arus mudik. Semua harus diatur dengan baik,” katanya.
Komisi V DPR RI berjanji akan terus mengawal proyek infrastruktur strategis di Sumatera Barat.
“Infrastruktur jalan menyangkut hajat hidup orang banyak.Karena itu, kami akan terus mengawasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Zigo.







