EkonomiEnergiIndustriPerbankan

Pupuk Kaltim Amankan Produksi 3,44 Juta Ton Sepanjang Semester 2026

86
×

Pupuk Kaltim Amankan Produksi 3,44 Juta Ton Sepanjang Semester 2026

Sebarkan artikel ini

Bontang – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) sukses mencatatkan angka produksi sebesar 3,44 juta ton selama semester pertama tahun 2026.

Rincian capaian tersebut terdiri dari 1,85 juta ton Urea, 1,42 juta ton Amonia, dan 165 ribu ton NPK.

Torehan volume ini setara dengan 52,32 persen dari target tahunan perusahaan dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga presisi distribusi pupuk baik dari sisi kuantitas maupun ketepatan waktu.

“Kami terus memaksimalkan kinerja produksi agar kebutuhan pupuk nasional terpenuhi, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan produktivitas petani,” ujar Rafli pada Rabu (15/7/2026).

Manajemen optimistis target tahunan akan tercapai dengan mengandalkan kapasitas produksi tahunan sebesar 3,43 juta ton Urea, 2,74 juta ton Amonia, serta 300 ribu ton NPK.

Keyakinan tersebut didukung oleh keberhasilan perusahaan melampaui target produksi sebesar 6,67 juta ton pada tahun 2025 lalu.

Pencapaian ini didorong oleh penerapan strategi Operational Excellence yang menyinergikan teknologi Smart Production, peningkatan kompetensi SDM, dan budaya keselamatan kerja yang ketat.

Selain aspek operasional, perusahaan juga berfokus pada integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh lini bisnis.

Keberhasilan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang rampung awal 2026 menjadi bukti nyata, dengan efisiensi gas sebesar 10 persen serta pengurangan emisi karbon sebanyak 110.000 ton CO2 per tahun.

Saat ini, perusahaan sedang merampungkan pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia yang mengolah emisi CO2 sebagai bahan baku produksi.

Fasilitas ramah lingkungan ini diproyeksikan mampu menyerap 174.000 ton CO2 setiap tahun melalui praktik ekonomi sirkular.

Pupuk Kaltim juga mulai merambah pengembangan clean ammonia untuk mempercepat transisi industri menuju rendah karbon.

Rafli menambahkan bahwa penguatan ESG menjadi fondasi strategis perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kelestarian lingkungan jangka panjang.