Tutup
NewsPendidikanPolitik

Dharmasraya Bangun Sekolah Rakyat, Wagub Apresiasi Kerukunan Etnis

258
×

Dharmasraya Bangun Sekolah Rakyat, Wagub Apresiasi Kerukunan Etnis

Sebarkan artikel ini
safari-ramadan-di-dharmasraya,-wagub-vasko-puji-kerukunan-masyarakat-di-tengah-keberagaman-etnis
Safari Ramadan di Dharmasraya, Wagub Vasko Puji Kerukunan Masyarakat di Tengah Keberagaman Etnis

Dharmasraya – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, memuji kerukunan dan toleransi masyarakat di Kabupaten Dharmasraya. Ia menyebut Dharmasraya sebagai contoh nyata persatuan di tengah keberagaman suku dan etnis.

“Dharmasraya bukan hanya dihuni masyarakat Minangkabau, tapi juga berbagai suku seperti Jawa, Sunda, Batak, Nias, hingga Madura.Keberagaman ini jadi kekuatan,” kata Vasko saat Safari Ramadan di Masjid Raya Pasar Pulau Punjung, Selasa (10/3/2026).

Vasko menilai keharmonisan sosial di Dharmasraya adalah bukti keberhasilan masyarakat dan pemerintah daerah dalam membangun kebersamaan.

“Pemimpin dan masyarakatnya hebat.Perbedaan tidak jadi masalah, tapi memperkuat persatuan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Vasko menyoroti pentingnya kepemimpinan daerah yang responsif dan cepat dalam mendorong pembangunan.

Ia juga menyinggung rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya dengan investasi hampir Rp300 miliar. Program pemerintah pusat yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Sekolah tersebut akan dilengkapi fasilitas pendidikan, asrama, dan sarana olahraga.

“Program ini diharapkan meningkatkan akses pendidikan dan kualitas SDM,” kata vasko.

Wagub juga menyerahkan bantuan kepada pengurus masjid dan masyarakat, termasuk dana Rp50 juta, wakaf Al-Qur’an dari ASN Pemprov Sumbar, bantuan Rp10 juta dari Bank Nagari, Rp3 juta dari Baznas, serta 50 tas sekolah.

Sementara itu, Bupati Dharmasraya, annisa Suci Ramadhani, menyampaikan aspirasi masyarakat terkait infrastruktur jalan dan sektor pendidikan.

Ia menjelaskan, beberapa ruas jalan provinsi rusak parah akibat kendaraan over Dimension Over Loading (ODOL), terutama jalur penghubung ke Jalan Lintas Sumatera.

“Sekitar lima kilometer ruas jalan rusak berat dan butuh penanganan segera,” ujarnya.

Pemkab Dharmasraya juga mengusulkan rehabilitasi ruang kelas dan aula di SMA Negeri 1 Sitiung yang merupakan kewenangan Pemprov Sumbar. Seluruh usulan tersebut menjadi masukan bagi Pemprov Sumbar untuk diselesaikan bertahap.