Bursa Saham

Daftar Terbaru 14 Saham Konsentrasi Tinggi di BEI Juli 2026

39
×

Daftar Terbaru 14 Saham Konsentrasi Tinggi di BEI Juli 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perubahan komposisi emiten dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Per 2 Juli 2026, jumlah perusahaan dalam daftar tersebut berkurang menjadi 14 emiten.

Pengurangan ini terjadi setelah PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) resmi dinyatakan keluar dari daftar HSC. Sebelumnya, per 1 Juli 2026, tercatat sebanyak 15 emiten yang masuk dalam kategori tersebut.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menyatakan bahwa perubahan ini merupakan hasil dari evaluasi berkala. Evaluasi dilakukan oleh Komite High Shareholding Concentration terhadap struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat.

Hingga saat ini, BEI terus memantau perkembangan struktur kepemilikan saham emiten yang masuk dalam daftar tersebut. Pihak bursa secara rutin berdiskusi dengan emiten terkait langkah strategis untuk meningkatkan porsi saham publik.

Status HSC akan dicabut apabila hasil evaluasi menunjukkan emiten telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh bursa. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk keluar dari daftar pemantauan kepemilikan saham tersebut.

Pihak BEI menegaskan bahwa masuknya emiten ke dalam daftar HSC bukan merupakan bentuk sanksi disipliner. Status ini juga tidak berkaitan dengan penghentian perdagangan saham atau suspensi di pasar modal.

Pencantuman status ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan transparansi pasar. Tujuannya agar investor mendapatkan informasi yang jelas mengenai tingkat konsentrasi kepemilikan saham suatu perusahaan.

Dalam proses evaluasi, BEI bekerja sama dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Keduanya menggunakan data kepemilikan saham terbaru untuk memastikan keakuratan daftar tersebut.

BEI terus mendorong perusahaan tercatat untuk meningkatkan porsi free float dan likuiditas saham. Langkah ini diharapkan mampu memperluas distribusi kepemilikan saham di publik.

Peningkatan distribusi kepemilikan saham dinilai krusial untuk memperkuat transparansi pasar modal Indonesia. Selain itu, kebijakan ini bertujuan memperbaiki kualitas likuiditas perdagangan di bursa.

Berdasarkan data per 2 Juli 2026, sebanyak 14 emiten masih tercatat memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi. Daftar tersebut mencakup PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) dengan konsentrasi 97,75% dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) sebesar 98,35%.

Terdapat pula PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dengan konsentrasi 99,77% dan PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) sebesar 95,94%. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) tercatat memiliki konsentrasi 99,85%.

Emiten lainnya meliputi PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) sebesar 95,35% dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 95,76%. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan angka 97,31%.

Daftar tersebut juga memuat PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) dengan 95,82% dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) sebesar 94,10%. Selain itu, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) berada di angka 93,76%.

PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) tercatat memiliki konsentrasi 94,27%. Sedangkan PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) masing-masing sebesar 96,09% dan 97,35%.

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) sebelumnya sempat terdaftar dengan konsentrasi kepemilikan sebesar 95,47%. Kini, emiten tersebut telah resmi keluar dari daftar setelah memenuhi kriteria evaluasi yang ditetapkan komite bursa.