Tutup
KoperasiNews

Mahyeldi Pacu Sinergi, Dharmasraya Genjot Ekonomi Daerah

223
×

Mahyeldi Pacu Sinergi, Dharmasraya Genjot Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
perkuat-sinkronisasi-program,-gubernur-mahyeldi-pimpin-rakor-pemprov-sumbar-dan-pemkab-dharmasraya
Perkuat Sinkronisasi Program, Gubernur Mahyeldi Pimpin Rakor Pemprov Sumbar dan Pemkab Dharmasraya

Dharmasraya – Gubernur Sumatera barat (sumbar), Mahyeldi Ansharullah, memimpin rapat koordinasi (rakor) dengan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Rabu (18/3/2026).

Rakor ini bertujuan menyatukan arah pembangunan daerah melalui sinergi, harmonisasi, dan sinkronisasi program.

Mahyeldi menegaskan, rakor ini adalah langkah strategis untuk memastikan program pembangunan berjalan selaras dan berdampak optimal bagi masyarakat.

“Pertemuan ini kita inisiasi untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi, sehingga pembangunan ke depan bisa lebih efektif dan maksimal,” ujar Mahyeldi di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya.

Dalam kesempatan itu, mahyeldi memaparkan kondisi ekonomi Sumbar tahun 2025 yang melambat.

Pertumbuhan ekonomi yang sempat mencapai 4,6 persen pada triwulan I, menurun hingga sekitar 1,7 persen pada triwulan IV.

“Salah satu penyebab utamanya adalah bencana alam yang berdampak cukup serius terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Meski begitu, Mahyeldi mengajak semua pihak untuk tetap optimistis.

Ia menilai momentum Idulfitri 1447 H dapat dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi daerah, dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Pergerakan kendaraan yang tinggi menunjukkan aktivitas ekonomi mulai tumbuh.Ini peluang yang harus kita tangkap bersama,” katanya.

Dukungan pemerintah pusat melalui program mudik bersama dan mudik gratis juga dinilai mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Faktor lain seperti libur panjang dan meningkatnya keinginan masyarakat pulang kampung pascabencana juga menjadi pendorong.

Mahyeldi menekankan pentingnya pemanfaatan peluang dari pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol, yang diyakini akan mempercepat konektivitas dan membuka akses ekonomi baru.

Ia memproyeksikan adanya perputaran dana besar dari berbagai program pembangunan yang tengah berjalan.

“Jika perputaran dana tersebut dapat dioptimalkan di Sumatera Barat, maka dampaknya akan sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Untuk itu, Mahyeldi mendorong penggunaan material lokal serta pelibatan kontraktor daerah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Momentum tahun 2026 ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, mulai dari Lebaran, program rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga pengembangan akses infrastruktur,” ujarnya.Selain infrastruktur, Mahyeldi menyoroti potensi sektor pertanian di Dharmasraya yang dinilai strategis untuk dikembangkan melalui penguatan hilirisasi industri.Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan bahwa rakor ini sangat penting untuk memastikan keselarasan arah pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Koordinasi dan sinkronisasi ini menjadi kunci agar program pembangunan berjalan selaras dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal, khususnya melalui sektor pertanian, koperasi, dan UMKM.

“Kami berharap dari pertemuan ini lahir langkah-langkah konkret yang dapat segera ditindaklanjuti untuk kemajuan Dharmasraya,” katanya.Rakor ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mendorong pembangunan yang terarah, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.