Tutup
PerbankanPolitik

Dody Lantik Tujuh Pejabat Eselon I Kementerian PU

86
×

Dody Lantik Tujuh Pejabat Eselon I Kementerian PU

Sebarkan artikel ini
daftar-7-pejabat-eselon-i-kementerian-pu-yang-dicopot-menteri-dody
Daftar 7 Pejabat Eselon I Kementerian PU yang Dicopot Menteri Dody

Jakarta – menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melantik tujuh pejabat tinggi madya eselon I baru di lingkungan kementerian PU pada Jumat (1/5), bertepatan dengan Hari Buruh. Pelantikan itu sekaligus menandai pencopotan dan pergantian sejumlah pejabat di posisi sekretaris jenderal, direktur jenderal, kepala badan, hingga staf ahli menteri.

Tujuh pejabat yang diganti ialah Sekretaris Jenderal Wida Nurfaida yang digantikan Apri Artoto, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Dwi Purwantoro yang digantikan Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, serta Kepala Badan Pengembangan sumber daya Manusia Apri Artoto yang digantikan bisma Staniarto.

Pergantian juga terjadi pada Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Bob Arthur Lombogia yang digantikan Adenan Rasyid. Sementara itu, Staf Ahli menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat K.M. Arsyad digantikan Rachman Arief Dienaputra, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi Abram Elsajaya Barus digantikan indro Pantja Pramodo, dan staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan Edy Juharsyah digantikan Pantja Dharma Oetojo.

Berdasarkan penelusuran, posisi Sekretaris Jenderal Kementerian PU yang ditempati Wida Nurfaida resmi dilantik pada Juli 2025. Jabatan itu kini diisi Apri Artoto yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia sejak Juli 2025.

Posisi berikutnya adalah Direktur Jenderal Sumber Daya Air yang ditempati Dwi Purwanto sejak dirinya dilantik pada Juli 2025. Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia berpengalaman sebagai direktur sungai dan pantai serta kepala balai wilayah sungai.

Dalam sambutannya, Dody menekankan pesan Presiden Prabowo bahwa salah satu dari tiga fondasi statecraft terletak pada aparatur sipil negara yang solid dan bersih.Ia menyebut ASN tidak hanya harus kompeten, tetapi juga berintegritas, solid, dan konsisten menjaga kepercayaan publik.

“Kementerian PU diharapkan dapat terus menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi proses, tetapi juga hasil yang dapat dirasakan secara nyata,” ujar Dody dalam keterangan resminya, Jumat (1/5).

Dody juga menyampaikan bahwa penguatan organisasi bukan sekadar penataan jabatan, melainkan bagian dari upaya membangun statecraft, yakni keterampilan dalam mengelola kebijakan negara dan memastikan setiap program berjalan efektif serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurut dia, profesionalisme dan integritas harus berjalan beriringan agar mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

“Kementerian PU perlu terus mendorong perbaikan tata kelola dan penguatan integritas ASN secara konsisten. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang profesional serta mendorong munculnya talenta-talenta yang berkontribusi positif,” tandasnya.