Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan himpunan bank negara (Himbara) menetapkan bunga kredit usaha rakyat (KUR) maksimal 5 persen per tahun.
Perintah itu disampaikan Prabowo dalam peringatan hari Buruh Internasional atau May day 2026 di Monumen Nasional (Monas),Jakarta,Jumat,1 Mei 2026.
Prabowo mengatakan kebijakan itu diambil setelah ia mendengar keluhan buruh yang harus menghabiskan 30 persen penghasilan untuk membayar kontrakan rumah. Ia berjanji buruh bisa mencicil rumah sendiri dengan harga yang lebih murah.
Bahkan, tenor kredit disebut bisa diperpanjang hingga 40 tahun. Prabowo menilai buruh,petani,dan nelayan tidak mungkin lari dari kewajibannya.
“Tadi kalian mengatakan, penghasilan kalian 30 persen untuk kontrakan, berapa? Nanti kita akan yakinkan saudara nanti akan miliki rumah tersebut. Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak kita kurangi, itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri. Cicilnya 20 tahun, kalau enggak bisa 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, cicil 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun karena buruh tidak mungkin lari ke mana-mana. Petani dan nelayan enggak mungkin lari ke mana-mana,” ucap Prabowo.
Kepala Negara juga menyatakan selama ini rakyat kecil dicekik bunga kredit yang tinggi.Ia menyebut bunga pinjaman untuk rakyat bisa mencapai 70 persen per tahun.
Karena itu, Prabowo memerintahkan bank-bank milik negara menyalurkan kredit untuk rakyat dengan bunga maksimal 5 persen per tahun.
“Selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang, bunganya luar biasa gilanya. Betul? Orang kecil pinjam uang, bunganya bisa 70 persen setahun. Betul? saya sudah perintahkan bank-bank milik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5 persen satu tahun,” katanya.
Prabowo menegaskan dirinya bertekad memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang masih hidup sulit.
Ia menyatakan tidak akan ragu membela kepentingan rakyat Indonesia.
“Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang dalam kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit, itu adalah tugas saya dan itu adalah tugas pemerintah yang saya pimpin dan itu adalah tekad kami, kami tidak akan gentar. Kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia,” imbuhnya.







