Tutup
NewsTeknologiTransportasi

Pemerintah Kaji Ulang MLFF, Transaksi Tol Belum Pasti

171
×

Pemerintah Kaji Ulang MLFF, Transaksi Tol Belum Pasti

Sebarkan artikel ini
nasib-penerapan-sistem-mlff-masih-menggantung,-pemerintah-fokus-tes-uji-kelayakan
Nasib Penerapan Sistem MLFF Masih Menggantung, Pemerintah Fokus Tes Uji Kelayakan

Semarang – Implementasi sistem Multi Lane Free Flow (MLFF) atau transaksi tol tanpa henti di Indonesia masih belum bisa dipastikan. Pemerintah masih fokus pada pengujian teknis.menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan, sistem ini masih dalam tahap uji coba dan belum dinyatakan layak untuk diterapkan secara luas.

Uji coba awal MLFF di Bali belum memberikan kesimpulan yang jelas mengenai keberhasilan sistem tersebut.

“Kan kemarin kita uji coba pertama di Bali kan belum ada kesimpulan. Whether it will be a success or not,” ujar Dody di Rest area KM 379 Batang, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2026).

Pemerintah memutuskan untuk melakukan uji coba ulang dengan melibatkan lebih banyak pihak. Tujuannya, untuk memastikan hasil yang lebih komprehensif.

“Ada beberapa tahapan uji coba yang mesti kita kerjakan,” kata Dody.

Fokus utama saat ini bukan pada percepatan implementasi, melainkan pada pembuktian apakah sistem MLFF benar-benar layak digunakan di Indonesia.

“Jadi kita ngomong dulu soal test apakah sistem ini layak nggak dipakai,” tegasnya.

dody menjelaskan, MLFF merupakan proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) unsolicited. Pihak swasta menawarkan teknologi kepada pemerintah.

Namun, kemampuan teknologi tersebut untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia dinilai belum sepenuhnya terbukti.

Ia juga menanggapi klaim sejumlah pihak yang menyebut sistem MLFF mampu mempercepat transaksi hingga hanya membutuhkan waktu sekitar 20 detik.

Menurutnya, klaim tersebut belum bisa dijadikan acuan tanpa hasil uji coba yang valid.

Dody menekankan bahwa kondisi di Indonesia berbeda dengan negara lain yang telah menerapkan teknologi serupa.

Faktor cuaca, gangguan sinyal, serta kondisi lalu lintas menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan sistem berbasis teknologi tinggi seperti MLFF.

“Mungkin di negaranya sana bisa, mungkin. Tapi kan Indonesia beda kan, ada cuaca, ada macam-macam,” ujarnya.

Meski demikian, Dody mengakui bahwa kebutuhan akan sistem transaksi tol tanpa henti memang semakin mendesak.Terutama untuk mengurangi antrean di gerbang tol saat periode padat seperti mudik dan libur panjang.

Namun, ia menegaskan bahwa implementasi tetap harus didasarkan pada kesiapan teknologi dan hasil uji coba yang memadai.