Tutup
EkonomiNewsTransportasi

Turki Naikkan Tarif Energi, Inflasi Terus Menekan Warga

268
×

Turki Naikkan Tarif Energi, Inflasi Terus Menekan Warga

Sebarkan artikel ini
krisis-energi,-tarif-listrik-dan-gas-di-turki-naik-25-persen
Krisis Energi, Tarif Listrik dan Gas di Turki Naik 25 Persen

Jakarta – Pemerintah Turki menaikkan tarif listrik dan gas alam untuk rumah tangga sebesar 25 persen.kebijakan ini mulai berlaku April 2026.

Kenaikan ini diumumkan oleh energy Market Regulatory Authority (EPDK) bersama operator pipa negara BOTAŞ.

Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat Turki.

Dengan kenaikan tarif listrik ini,rata-rata tagihan bulanan keluarga beranggotakan empat orang diperkirakan melampaui 800 lira. Asumsi ini didasarkan pada konsumsi sekitar 250 kWh.

Rumah tangga menjadi pihak yang paling terdampak dibandingkan kelompok lain.

Pelanggan komersial mengalami kenaikan tarif sebesar 17,5 persen.Sementara itu, pelanggan industri di tegangan menengah naik 5,8 persen, dan sektor pertanian sebesar 24,8 persen.

Selain listrik, harga gas alam juga mengalami kenaikan signifikan untuk rumah tangga sebesar 25 persen.

Untuk sektor industri, kenaikan tercatat sebesar 18,61 persen. Gas yang digunakan untuk pembangkit listrik naik 19,42 persen.

Pemerintah juga mulai menerapkan sistem tarif bertingkat untuk gas alam. Harga akan disesuaikan berdasarkan tingkat konsumsi serta harga jual yang ditetapkan oleh BOTAŞ.

Kenaikan harga energi ini terjadi di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi. Inflasi tahunan di Turki berada di level 30,87 persen, meskipun merupakan yang terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan harga di sektor transportasi menjadi sorotan karena melonjak lebih dari 4,5 persen dalam satu bulan. Hal ini dipicu oleh naiknya harga bahan bakar.

Di İstanbul, harga solar mengalami lonjakan tajam dari sekitar 60 lira per liter pada awal Maret menjadi hampir 80 lira per liter pada awal April.

Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya transportasi dan turut mendorong inflasi di sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi logistik.

Lonjakan harga energi di Turki tidak terlepas dari dampak konflik di iran yang memicu gangguan pasokan global. Turki mengimpor sekitar 15 persen kebutuhan gas alamnya dari iran.

Menteri energi alparslan Bayraktar membantah kabar mengenai terganggunya aliran gas dari Iran setelah serangan terhadap ladang gas Pars.

Ia menyatakan bahwa aliran gas dari Iran masih berlanjut dan kapasitas penyimpanan gas Turki saat ini berada di kisaran 71 persen.

Tekanan terhadap harga energi tetap terjadi akibat meningkatnya harga bahan bakar global. Kenaikan ini menciptakan efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari listrik, transportasi, hingga bahan pangan.