Tutup
Regulasi

Perbaiki struktur modal, Widodo Makmur (WMPP) rancang rights issue 8,5 miliar saham

230
×

Perbaiki struktur modal, Widodo Makmur (WMPP) rancang rights issue 8,5 miliar saham

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Emiten sektor peternakan, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP), mengumumkan rencana aksi korporasi berupa penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau *rights issue*. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 8,5 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp20 per lembar saham.

Manajemen WMPP menyatakan bahwa saham baru tersebut akan diambil dari portepel perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk memuluskan langkah tersebut, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 21 Mei 2026. Setelah mendapatkan restu, perseroan akan melayangkan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sesuai aturan, jangka waktu antara persetujuan RUPSLB hingga pernyataan pendaftaran menjadi efektif maksimal adalah 12 bulan.

Manajemen menjelaskan bahwa dana hasil *rights issue* nantinya akan difokuskan untuk mengonversi hak tagih pemegang saham serta pemegang *medium term notes* (MTN) menjadi saham. Sementara itu, sisa dana akan dialokasikan sebagai modal kerja perusahaan.

Strategi ini diharapkan mampu memperbaiki struktur permodalan WMPP, terutama untuk menekan rasio pinjaman terhadap ekuitas (*debt to equity ratio*) melalui mekanisme konversi utang menjadi modal.

“Perseroan memperkirakan rencana penambahan modal ini akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan. Tambahan modal kerja juga diharapkan memperkuat operasional serta daya saing perseroan di industri,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/4/2026).

Meski demikian, manajemen mengingatkan pemegang saham terkait potensi dilusi kepemilikan. Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam PMHMETD, persentase kepemilikan saham mereka di perseroan akan mengalami penurunan.

Adapun proses pelaksanaan aksi korporasi ini telah dimulai dengan penyampaian agenda RUPSLB ke OJK pada 7 April 2026, diikuti dengan pemanggilan rapat pada 29 April 2026.

***

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.*

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) bakal membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai total Rp 4,07 triliun kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut merujuk hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar pada Jumat (17/4/2026) lalu. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Minggu (19/4/2026), manajemen CIMB Niaga menyebut nilai dividen yang dibagikan maksimal setara 60%…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerikat Serikat (AS) melemah pada Jumat (17/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 0,29% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,27% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor paling lemah sepanjang sejarah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Senin (20/4/2026), di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG ditutup menguat 0,17% ke level 7.634,00. Penguatan ini ditopang oleh antisipasi aksi korporasi emiten serta koreksi harga minyak mentah. Head of Retail Research MNC Sekuritas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Kinerja emiten batubara tercatat menurun pada tahun 2025 yang salah satunya disebabkan oleh berkurangnya harga jual rata-rata atau average selling price (ASP). Sejumlah faktor seperti pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), harga batubara hingga sentimen geopolitik menjadi faktor penentu kinerja emiten batubara ke depan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa volume produksi…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga Bitcoin sempat menguat menembus level US$ 75.000 setelah adanya kabar kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada Jumat (17/4/2026) dinihari. Sentimen positif dari meredanya tensi geopolitik ini mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Berdasarkan data pasar, pada Minggu (19/4/2026) pukul 07.55 WIB, harga Bitcoin tercatat di level US$ 75.693 atau naik 3,62%…