Tutup
Regulasi

Perbaiki struktur modal, Widodo Makmur (WMPP) rancang rights issue 8,5 miliar saham

186
×

Perbaiki struktur modal, Widodo Makmur (WMPP) rancang rights issue 8,5 miliar saham

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Emiten sektor peternakan, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP), mengumumkan rencana aksi korporasi berupa penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau *rights issue*. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 8,5 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp20 per lembar saham.

Manajemen WMPP menyatakan bahwa saham baru tersebut akan diambil dari portepel perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk memuluskan langkah tersebut, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 21 Mei 2026. Setelah mendapatkan restu, perseroan akan melayangkan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sesuai aturan, jangka waktu antara persetujuan RUPSLB hingga pernyataan pendaftaran menjadi efektif maksimal adalah 12 bulan.

Manajemen menjelaskan bahwa dana hasil *rights issue* nantinya akan difokuskan untuk mengonversi hak tagih pemegang saham serta pemegang *medium term notes* (MTN) menjadi saham. Sementara itu, sisa dana akan dialokasikan sebagai modal kerja perusahaan.

Strategi ini diharapkan mampu memperbaiki struktur permodalan WMPP, terutama untuk menekan rasio pinjaman terhadap ekuitas (*debt to equity ratio*) melalui mekanisme konversi utang menjadi modal.

“Perseroan memperkirakan rencana penambahan modal ini akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan. Tambahan modal kerja juga diharapkan memperkuat operasional serta daya saing perseroan di industri,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/4/2026).

Meski demikian, manajemen mengingatkan pemegang saham terkait potensi dilusi kepemilikan. Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam PMHMETD, persentase kepemilikan saham mereka di perseroan akan mengalami penurunan.

Adapun proses pelaksanaan aksi korporasi ini telah dimulai dengan penyampaian agenda RUPSLB ke OJK pada 7 April 2026, diikuti dengan pemanggilan rapat pada 29 April 2026.

***

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.*

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengambil keputusan bisnis yang cukup penting, yakni bakal menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan…