Tutup
EkonomiIndustriNews

PTPN III Percepat Hilirisasi Ubi Kayu untuk Bioetanol

109
×

PTPN III Percepat Hilirisasi Ubi Kayu untuk Bioetanol

Sebarkan artikel ini
peran-ganda-ubi-kayu
Peran Ganda Ubi Kayu

Jakarta – Ketahanan pangan dan energi nasional terus didorong melalui pengembangan komoditas berbasis sumber daya lokal berkelanjutan, salah satunya ubi kayu.

Penguatan komoditas ini tidak lagi berhenti di tahap budi daya, tetapi diarahkan hingga hilirisasi dan pengolahan bioetanol. PT Perkebunan nusantara atau PTPN III (Persero) menyiapkan pengembangan terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk komoditas tersebut.

Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna mengatakan model yang disiapkan mencakup peningkatan produktivitas di kebun hingga penguatan industri pengolahan. Dari hulu, pihaknya fokus pada optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan varietas unggul yang adaptif.

Sementara di hilir, penguatan diarahkan pada industri bioetanol melalui kerja sama operasional di fasilitas pabrik di Lampung. “Program ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem agroindustri masa depan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Denaldy, Senin, 20 April 2026.

Ia menilai ubi kayu memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai komoditas pangan tetapi juga bahan baku energi. Karena itu, pengembangannya perlu dilakukan secara menyeluruh agar rantai nilai terbentuk dan efisien.

PTPN III juga menjajaki kolaborasi dengan pemerintah daerah, petani, hingga pelaku industri untuk memastikan pasokan bahan baku dan keberlanjutan produksi. di Lampung, perusahaan telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, asosiasi petani, serta mitra industri pengolahan.

Selain itu, penguatan riset dilakukan bersama perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk meningkatkan produktivitas, termasuk melalui pengembangan varietas dan teknik budidaya.

Ia menilai integrasi hulu-hilir menjadi kunci agar komoditas seperti ubi kayu tidak hanya menjadi bahan mentah, tetapi masuk ke rantai industri yang lebih luas dan bernilai tambah.

“Pengembangan industri bioetanol berpotensi menciptakan efek ekonomi, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan nilai tambah komoditas pertanian,” jelas Denaldy.