NewsTelekomunikasi

Pemerintah Andalkan Satelit LEO Perluas Akses Internet Pelosok Nusantara

147
×

Pemerintah Andalkan Satelit LEO Perluas Akses Internet Pelosok Nusantara

Sebarkan artikel ini
pemerintah-pakai-teknologi-satelit-perluas-internet-daerah-terpencil
Pemerintah Pakai Teknologi Satelit Perluas Internet Daerah Terpencil

Jakarta – Pemerintah Indonesia mulai mengandalkan teknologi satelit Non-Geostationary Satellite Orbit (NGSO), khususnya Low Earth Orbit (LEO), untuk memeratakan akses internet di berbagai pelosok Tanah Air. Pilihan ini diambil guna menembus hambatan geografis kepulauan dan pegunungan yang menyulitkan pembangunan infrastruktur kabel serat optik maupun menara BTS konvensional.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa teknologi LEO menjadi solusi paling praktis dan strategis bagi wilayah yang selama ini sulit dijangkau operator seluler. Menurutnya, teknologi ini merupakan jawaban tepat untuk daerah-daerah yang secara hitungan bisnis kurang menarik bagi penyedia layanan telekomunikasi.

“Teknologi satelit LEO menawarkan solusi dengan manfaat mendasar, strategis, dan praktis. Ini menjadi pilihan tepat bagi wilayah yang secara komersial belum layak bagi operator telekomunikasi,” ujar Nezar dalam pembukaan Indonesia Connectivity Forum 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).

Nezar menjelaskan bahwa konektivitas digital adalah pintu masuk bagi percepatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pendidikan, hingga perbaikan layanan kesehatan. Ia meyakini bahwa kehadiran internet di daerah terluar akan meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan secara nasional.

Selain sektor ekonomi, teknologi LEO juga terbukti krusial saat situasi darurat bencana. Nezar mencontohkan efektivitas penggunaan satelit ini dalam memulihkan komunikasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat saat infrastruktur terestrial lumpuh total.

“Peran LEO sangat spesifik dan krusial. Saat infrastruktur terestrial lumpuh akibat bencana, konektivitas berbasis satelit menjadi jalur komunikasi satu-satunya yang mampu mendukung koordinasi darurat,” tegasnya.

Agenda pemanfaatan satelit ini menjadi sorotan utama dalam gelaran Indonesia Connectivity Forum 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk menyelaraskan kebijakan dalam memadukan infrastruktur darat serta satelit secara optimal.

Senada dengan langkah pemerintah, Co-founder dan CEO Obviously Sustainable, Rezha Bayu Oktavian Arief, menilai inisiatif ini sebagai langkah konkret menghapus kesenjangan digital. Baginya, penyediaan internet di pedesaan adalah bentuk perwujudan keadilan sosial bagi masyarakat.

“Kesenjangan digital masih menjadi tantangan pembangunan yang paling mendesak. Menutup celah ini adalah kewajiban untuk memastikan tidak ada satu pun komunitas yang tertinggal dalam arus kemajuan digital,” tambah Rezha.