Tutup
BisnisEnergiNews

ABMM Tebar Dividen Tunai Rp267 Miliar ke Pemegang Saham

72
×

ABMM Tebar Dividen Tunai Rp267 Miliar ke Pemegang Saham

Sebarkan artikel ini
abm-investama-guyur-dividen-tunai-rp267-miliar,-cair-28-mei-2026
ABM Investama Guyur Dividen Tunai Rp267 Miliar, Cair 28 Mei 2026

Jakarta – PT ABM Investama Tbk (ABMM) menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar US$15,5 juta atau sekitar Rp267,05 miliar. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 29 April 2026.

Group Head of Corporate Finance Treasury and Investor Relation ABMM, Mohamad Ditto Ananta Nugraha, mengatakan dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham atau recording date pada 8 Mei 2026. Pembagian dilakukan secara proporsional sesuai kepemilikan saham masing-masing investor.

“RUPST memutuskan pembagian dividen senilai US$15.500.000 atau senilai Rp267.057.005.000 yang akan diatribusikan secara proporsional pada tanggal 28 Mei 2026,” ujar Ditto saat konferensi pers di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Sepanjang 2025, laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$70,6 juta.

Selain untuk dividen tunai, perusahaan juga menyisihkan US$100 ribu sebagai cadangan wajib sesuai ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) dan anggaran dasar perusahaan. Adapun sisanya akan ditambahkan sebagai laba ditahan untuk kegiatan usaha perseroan.

Ia menyebut pendapatan konsolidasian turun 14 persen secara year on year (yoy) menjadi US$1.038,2 juta. EBITDA juga turun 21 persen secara tahunan menjadi US$339,4 juta.

Meski demikian, total ekuitas tercatat naik menjadi US$880,4 juta dari US$847,3 juta pada tahun sebelumnya.Posisi kas dan setara kas juga meningkat sekitar 17,6 persen menjadi US$200 juta pada 2025,dibandingkan US$170 juta pada tahun sebelumnya.

Direktur ABMM, Hans Christian Manoe, mengatakan 2025 menjadi periode penuh tantangan bagi kinerja operasional perusahaan. Ia menyebut sejumlah faktor eksternal ikut memengaruhi performa bisnis, termasuk cuaca ekstrem yang berada di luar kendali perusahaan.

Hans mengakui kinerja perseroan menurun dibandingkan tahun sebelumnya.Namun, perusahaan tetap memberi perhatian besar pada pengelolaan arus kas sehingga tidak mengalami perbedaan signifikan dari tahun sebelumnya.

“Jadi walaupun cash inflownya lebih rendah dibanding 2024, tetapi cashflow operating net-nya itu gak berbeda-beda jauh,” kata Hans.

Di tengah tantangan eksternal sepanjang 2025,perseroan tetap konsisten melakukan efisiensi operasional. Langkah itu membuat perusahaan mampu menjaga kinerja operasional dengan volume overburden removal mencapai 235,5 juta BCM.