Tutup
EkonomiPerbankanPerdaganganPolitik

Mentan Soroti Pendapatan Petani di Tengah Harga Beras Naik

80
×

Mentan Soroti Pendapatan Petani di Tengah Harga Beras Naik

Sebarkan artikel ini
mentan-jawab-kritik-netizen-stok-beras-melimpah-tapi-harga-masih-mahal
Mentan Jawab Kritik Netizen Stok Beras Melimpah Tapi Harga Masih Mahal

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta polemik harga beras tidak dilihat hanya dari sudut pandang konsumen. Di tengah stok nasional yang disebut tinggi, ia mengingatkan bahwa jutaan petani masih bergulat dengan pendapatan harian yang sangat kecil.

Amran menyebut perhitungan bersama mahasiswa BEM Seluruh Indonesia menunjukkan rata-rata penghasilan petani hanya sekitar Rp37 ribu per hari. Menurut dia, angka itu masih jauh tertinggal dibanding sejumlah pekerjaan lain.

“pendapatannya petani per hari kita hitung sama mahasiswa BEM seluruh Indonesia, itu pendapatannya hanya Rp37 ribu per hari, satu petani,” kata Amran di kediamannya di Jakarta Selatan, Rabu (6/5).

Ia kemudian membandingkan pendapatan petani itu dengan tukang batu yang disebutnya bisa memperoleh sekitar Rp75 ribu per hari. Amran juga menyinggung harga rokok yang berada di kisaran Rp40 ribu untuk menggambarkan beratnya kehidupan petani.

“Kalau tukang batu pendapatannya bisa Rp75 ribu. Kemudian rokok harganya Rp40 ribu. Sekarang yang mahal mana?” ujarnya.

Menurut Amran, beras memang harus dijaga karena menjadi kebutuhan pokok hampir seluruh masyarakat. Namun, ia menekankan kebijakan harga tidak boleh membuat petani semakin terjepit.

“Kalau beras kan dikonsumsi semuanya.Makanya beras karena dikonsumsi banyak orang kita jaga,” ucapnya.

Ia juga menolak penurunan harga beras secara drastis. Amran menilai langkah itu justru berpotensi memangkas pendapatan petani yang sudah rendah.

“Sekarang, mau diturunkan (harga) beras? Saya tanya, pendapatannya petani Rp37 ribu, mau enggak turun lagi jadi Rp10 ribu per hari? Ya jangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Amran meminta perdebatan soal pangan dijalankan dengan nalar, bukan sekadar emosi. “Jangan pakai rasa mengelola negara, jangan pakai rasa memberi opini tapi rasio,” katanya.

Di saat yang sama,data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan menunjukkan harga beras masih bergerak naik. Per 5 Mei 2026, harga beras medium tercatat Rp13.728 per kilogram, naik tipis 0,04 persen dari Rp13.723. Adapun beras premium naik 0,11 persen menjadi Rp15.394 per kilogram dari Rp15.377.

Pernyataan Amran muncul ketika sorotan publik terhadap harga beras terus menguat, meski pemerintah menyebut cadangan beras pemerintah (CBP) sudah mencapai 5,2 juta ton. Angka itu diklaim sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.