Tutup
EkonomiNewsPendidikanTeknologi

Lima Jurusan Kuliah dengan Pengangguran Tertinggi》

74
×

Lima Jurusan Kuliah dengan Pengangguran Tertinggi》

Sebarkan artikel ini
daftar-jurusan-kuliah-dengan-pengangguran-tertinggi-2026,-nomor-3-pernah-jadi-primadona
Daftar Jurusan Kuliah dengan Pengangguran Tertinggi 2026, Nomor 3 Pernah Jadi Primadona

Jakarta – Memilih jurusan kuliah kini tak lagi cukup bertumpu pada minat semata. Di tengah pasar kerja yang makin ketat, tingkat serapan lulusan ikut menentukan seberapa besar nilai sebuah jurusan di mata calon mahasiswa.

Laporan Federal Reserve Bank of New York menunjukkan, sejumlah bidang studi justru menghadapi pengangguran yang relatif tinggi di kalangan lulusan baru. Kondisi pasar tenaga kerja yang melemah dan perubahan kebutuhan industri disebut ikut menekan peluang kerja, terutama di sektor-sektor tertentu.Antropologi tercatat sebagai jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi, yaitu 9,4 persen. Bidang ini dinilai memiliki pasar kerja yang sempit dan tidak sebanyak jurusan yang membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis lebih spesifik.

Fisika berada di posisi berikutnya dengan angka 7,8 persen. Meski lulusan fisika umumnya punya kemampuan analitis kuat, mereka tetap harus bersaing ketat untuk mendapatkan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan kompetensi mereka.

Jurusan teknik komputer menyusul dengan tingkat pengangguran 7,5 persen. Melambatnya belanja di sektor teknologi sejak 2022 disebut ikut menekan kebutuhan tenaga kerja, terutama untuk posisi awal.

Di ranah kreatif, seni komersial dan desain grafis mencatat angka pengangguran 7,2 persen. Persaingan yang semakin padat, ditambah pengaruh kecerdasan buatan, membuat peluang di sektor ini kian terbatas.

Seni rupa melengkapi lima besar jurusan dengan pengangguran tertinggi, yakni 7 persen. Minimnya kebutuhan pasar menjadi tantangan utama bagi lulusan bidang tersebut.

Sebaliknya, beberapa jurusan menunjukkan prospek yang jauh lebih stabil.Ilmu nutrisi menjadi yang terendah dengan tingkat pengangguran hanya 0,4 persen.

Layanan konstruksi menyusul di angka 0,7 persen. Sementara itu, pendidikan khusus, teknik sipil, serta ilmu hewan dan tumbuhan masing-masing berada di kisaran 1 persen, menandakan pasar kerja yang relatif lebih aman bagi lulusan bidang-bidang itu.