Tutup
BisnisIndustriNewsPolitik

Yanuardi Syukur Hadiri Konferensi Industri Kesehatan Tiongkok

78
×

Yanuardi Syukur Hadiri Konferensi Industri Kesehatan Tiongkok

Sebarkan artikel ini
direktur-kawasan-asia-afrika-smsi-pusat-diundang-ke-konferensi-internasional-di-tiongkok
Direktur Kawasan Asia Afrika SMSI Pusat Diundang ke Konferensi Internasional di Tiongkok

Padang – Direktur Kawasan Asia Afrika serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, dr. Yanuardi Syukur,mendapat undangan resmi untuk menghadiri Konferensi Produktivitas Kualitas Baru dan Pengembangan Berkualitas Tinggi untuk Makanan,Obat-obatan,Peralatan Medis,dan Kosmetik di Tiongkok 2026. Forum internasional itu akan digelar di Kota Sanya, provinsi Hainan, pada 8-11 Mei 2026.

Agenda tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Promosi Kualitas dan Keamanan Perusahaan Makanan dan Obat-obatan Tiongkok dengan tema “Pemberdayaan Penutupan Bea Cukai, Kepemimpinan Teknologi, Keamanan dan Efisiensi, Berbagi Ekologis”. Konferensi ini diposisikan sebagai ruang strategis untuk membahas arah baru industri kesehatan dan konsumsi di tingkat global.

Sorotan juga tertuju pada Hainan sebagai tuan rumah. Wilayah yang kerap dijuluki “hawaii-nya Tiongkok” itu sedang didorong menjadi kawasan perdagangan bebas terbesar di dunia setelah penerapan status kawasan bea cukai khusus secara penuh sejak akhir 2025.

kebijakan tersebut membuat arus barang dari luar negeri ke Hainan semakin longgar karena tak dikenai bea masuk. Adapun barang yang dikirim dari Hainan ke daratan utama Tiongkok tetap melalui pemeriksaan standar.Kondisi ini memicu minat investor asing dan mendorong pertumbuhan cepat jumlah perusahaan baru di wilayah itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, Hainan juga mencatat peningkatan kunjungan wisatawan asing. Situasi ini membuat konferensi sektor makanan, obat, peralatan medis, dan kosmetik dinilai relevan, karena Hainan kini dipandang sebagai laboratorium hidup bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara dijadwalkan hadir. Mereka berasal dari kalangan akademisi,pakar industri,hingga pimpinan perusahaan yang berkepentingan pada pengembangan sektor kesehatan dan produk bermutu tinggi.

Yanuardi akan bergabung dalam Forum Paralel Cabang Industri Budaya Kesehatan Makanan dan Obat, Forum Kerja sama Internasional untuk Perusahaan yang Go Global, serta Seminar Model Inovasi Asosiasi Bisnis. kehadirannya dipandang dapat membawa pendekatan antropologis dan kebudayaan dalam membaca arah industri global.

“Ini kesempatan penting untuk melihat langsung perkembangan kawasan Asia Tenggara sekaligus mempertemukan ilmu sosial dengan kebutuhan industri modern,” ujar Yanuardi. Ia berharap dapat membawa perspektif antropologi budaya dan kebijakan publik dari Indonesia, sambil membuka ruang kerja sama internasional yang lebih luas.

Ia menegaskan, kerja sama yang dibangun tidak hanya terbatas pada makanan, obat, dan kosmetik yang aman serta berkualitas, melainkan juga menyentuh industri lain dalam lanskap global yang lebih besar.

Di bidang akademik,Yanuardi memiliki rekam jejak pendidikan yang kuat. Ia meraih gelar sarjana Antropologi dari Universitas Hasanuddin, kemudian menamatkan magister Politik dan Hubungan internasional di Universitas Indonesia dengan predikat cumlaude pada 2010. Pada 2025, ia juga menyelesaikan doktor Antropologi di kampus yang sama dengan predikat cumlaude.

selain mengajar di Universitas Khairun, ia pernah menjadi guru di SMA Muhammadiyah Tobelo dan dosen di Universitas Halmahera.Yanuardi juga aktif sebagai peneliti di Negeri Rempah Foundation, CSPS SKSG UI, dan IMERC SKSG UI, serta kini berstatus research fellow di INTI International University, Malaysia.

Pengalaman internasionalnya turut memperkuat kiprahnya. Pada 2019, ia mengikuti program U.S. Professional Fellow di Washington, DC, Pittsburgh, dan New York. Tiga tahun berselang, ia menjalani Australian Awards short course tentang kebijakan luar negeri di Indo-Pasifik di Griffith University. Pada tahun yang sama, ia juga terlibat dalam kunjungan masyarakat sipil Indonesia ke Ukraina.

Setahun kemudian, ia memimpin Diplomasi Budaya Jalur Rempah di Cape Town, Afrika Selatan, sekaligus menjadi pembicara di kampus dan media setempat. Di berbagai kesempatan, ia juga diundang berbicara di University of Malaya, Le Havre University, George Washington University, MGIMO University, dan Chinese University of Hong Kong.

Namanya kerap muncul sebagai narasumber di sejumlah media nasional dan internasional, termasuk CNN Indonesia, tvone, china Daily, dan Benar News. Dalam bidang penulisan, ia pernah memimpin penyusunan buku “Kisah Negeri-Negeri di Bawah Angin” yang kemudian diterjemahkan menjadi “tales of the Lands Beneath the Winds – Tracing the Indonesia Archipelago’s Maritime Role in the history of the Spice Trade”.

Menurut Negeri rempah Foundation, buku itu telah dibaca di Spanyol, Swedia, China, India, Thailand, dan Selandia Baru. Yanuardi juga pernah memperoleh penghargaan Penulis Produktif dari Penerbit Lepkhair.

Belakangan, ia menuntaskan dua buku yang menyoroti pengembangan wilayah timur Indonesia, yakni “Dari Moloku Kie Raha ke Pasar Dunia: Mengembangkan Ekonomi Syariah di Maluku Utara” dan “Ekonomi Kreatif di Kota Ternate”. Sejak 2026,ia juga ikut menginisiasi dan mengedit sejumlah buku berbahasa Inggris bertema global,termasuk “ASEAN Digital Future: Strengthening Collaboration for Digital Moderation,AI Ethics,and Socio-Cultural Innovation” serta “Toward Just Climate Resilience: ecological Vulnerabilities,Social Capital,and Policy Change”.

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus menyambut baik keikutsertaan Yanuardi dalam konferensi tersebut. Ia berharap kesempatan itu membuka pintu kolaborasi lanjutan dengan berbagai lembaga di luar negeri. Di SMSI, Yanuardi sebelumnya pernah menjabat Sekretaris tim Pengkaji Kedaulatan Digital serta Wakil Sekretaris Tim Riset Sejarah Perjalanan Hidup Margono Djojohadikoesoemo, kakek Presiden Prabowo Subianto.