Jakarta – Upaya menjaga relevansi budaya Minangkabau di era digital terus digalakkan oleh Perkumpulan Bundo Kanduang DKI Jakarta. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Seminar Nasional bertajuk “Menjaga Adat, Merawat Jati Diri, Mewariskan Nilai Budaya kepada Generasi Muda” di Gedung DPR RI, Sabtu (20/6/2026).
Ketua Bundo Kanduang DKI Jakarta, Dr. Rosita Medina, MM, menekankan bahwa adat bukan sekadar peninggalan masa lampau. Menurutnya, nilai-nilai Minangkabau harus menjadi kompas moral dan jati diri yang diimplementasikan dalam perilaku nyata generasi muda saat ini.
“Kami ingin memastikan nilai luhur tidak hanya menjadi ingatan orang tua, tetapi benar-benar terwujud dalam sikap dan tindakan anak-anak Minang,” ujar Rosita, Minggu (21/6/2026).
Dalam forum tersebut, Bundo Kanduang resmi meluncurkan Sekolah Adat Nusantara. Program ini hadir sebagai wadah pendidikan terstruktur bagi mahasiswa dan komunitas luas untuk mempelajari adat secara mendalam dan fleksibel.
Selain sekolah adat, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan peluncuran buku “Akar yang Tetap Hidup”. Karya ini menjadi simbol ajakan kolektif agar masyarakat Minangkabau konsisten merawat akar budaya sebagai kekuatan di tengah arus perubahan zaman.
Sejumlah pakar dihadirkan untuk membedah isu ini, di antaranya Prof. Dr. Puti Reno Raudhah Taib, MP, Empi Muslion, S.Sos, MT, serta Prof. Dr. Wesnina, MSn. Kehadiran para ahli ini bertujuan memberikan perspektif lintas disiplin mengenai pentingnya adaptasi budaya yang komunikatif.
Ketua Pelaksana, Erni Almaasri, menyampaikan bahwa kesuksesan agenda ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Dukungan datang dari Pemprov Sumbar, Pemprov DKI Jakarta, serta Kementerian Kebudayaan RI yang turut dihadiri Sekretaris Ditjen Diplomasi Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori, SH.
Sebagai penutup, acara diisi dengan penandatanganan prasasti Sekolah Adat Nusantara. Rosita berharap langkah ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan mampu mendorong lahirnya kebijakan pendidikan adat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.







