NewsPolitik

Pemprov Sumbar Usul Penetapan Status Daerah Istimewa bagi Bukittinggi

44
×

Pemprov Sumbar Usul Penetapan Status Daerah Istimewa bagi Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
bukittinggi-pernah-jadi-penyelamat-republik,-wagub-vasko-usulkan-sumbar-jadi-daerah-istimewa
Bukittinggi Pernah Jadi Penyelamat Republik, Wagub Vasko Usulkan Sumbar Jadi Daerah Istimewa

Bukittinggi – Sumatera Barat diwacanakan untuk menyandang status sebagai daerah istimewa. Gagasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Usulan ini mengemuka saat gelaran puncak perayaan satu abad Jam Gadang bertajuk Jam Gadang Cultural Night 2026, Sabtu (20/6/2026) malam. Di hadapan para tamu undangan, termasuk keluarga besar Bung Hatta dan Syafruddin Prawiranegara, Vasko menegaskan bahwa kontribusi historis daerahnya sangat layak mendapatkan pengakuan khusus.

“Di depan Jam Gadang ini Pak Menteri, jika diperbolehkan, atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengusulkan Sumatera Barat menjadi daerah istimewa di Indonesia. Mari sama-sama kita kawal,” ujar Vasko di sela acara.

Menurut Vasko, status istimewa merupakan bentuk penghargaan yang pantas atas peran vital masyarakat Sumbar dalam mempertahankan NKRI. Ia secara khusus menyoroti rekam jejak Bukittinggi yang pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada masa-masa krusial perjuangan bangsa.

Vasko mengaku optimistis usulan ini dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang seirama. Ia berharap dukungan penuh dari berbagai tokoh, baik di tingkat daerah maupun nasional, untuk mengawal proses panjang ini.

Menanggapi wacana tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan sinyal dukungan positif. Ia menilai Sumatera Barat memiliki fundamen sejarah yang sangat kuat dan setara dengan daerah yang pernah menjadi ibu kota negara lainnya.

“Saya mendukung, tetapi harus serius. Menurut saya sangat pantas. Daerah yang pernah menjadi ibu kota negara tidak banyak. Selain Jakarta dan Yogyakarta, ada Bukittinggi,” ungkap Fadli.

Fadli menegaskan bahwa peran PDRI di bawah kepemimpinan Syafruddin Prawiranegara adalah titik penentu yang berhasil menyelamatkan eksistensi Indonesia saat agresi militer terjadi. Ia menekankan bahwa tanpa peranan strategis Bukittinggi kala itu, keberlangsungan republik ini mungkin akan berbeda.

Kendati demikian, Fadli mengingatkan bahwa gagasan tersebut memerlukan kajian mendalam serta proses yang matang. Peringatan satu abad Jam Gadang tersebut akhirnya ditutup dengan refleksi mendalam mengenai peran strategis Bukittinggi dalam lintasan sejarah Republik Indonesia.