InvestasiNews

Kepercayaan Investor Dorong Penguatan Nilai Tukar Rupiah

186
×

Kepercayaan Investor Dorong Penguatan Nilai Tukar Rupiah

Sebarkan artikel ini
rupiah-diproyeksi-menguat-hingga-rp-17.500-per-dolar-as,-ekonom-beberkan-3-fondasi-penting-penguatan
Rupiah Diproyeksi Menguat hingga Rp 17.500 per Dolar AS, Ekonom Beberkan 3 Fondasi Penting Penguatan

Jakarta – Nilai tukar rupiah diprediksi bakal terus menguat dalam waktu dekat. Mata uang Garuda ini bahkan berpotensi menyentuh level Rp17.500 per dolar AS, seiring dengan kembalinya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengungkapkan bahwa saat ini rupiah bergerak di rentang Rp17.450 hingga Rp17.650 dengan tren positif. Menurutnya, pergerakan ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

“Saya memperkirakan rupiah masih berpotensi menguat menuju kisaran Rp17.500 per dolar AS pada pekan depan. Pasar mulai melihat bahwa otoritas ekonomi Indonesia bersedia mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memulihkan kepercayaan investor,” kata Fakhrul, Senin (15/6/2026).

Fakhrul menjelaskan, penguatan rupiah saat ini ditopang oleh tiga pilar utama. Pertama, kebijakan moneter yang tegas melalui kenaikan suku bunga kumulatif sebesar 75 basis poin (bps) demi menjaga stabilitas nilai tukar.

Pilar kedua adalah keberanian pemerintah menyesuaikan harga BBM jenis Pertamax untuk menjaga keberlanjutan APBN. Meski kebijakan tersebut dinilai tidak populer, pelaku pasar justru merespons positif upaya penataan fiskal pemerintah.

Faktor ketiga adalah penerapan efisiensi anggaran pada berbagai program, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat kembalinya disiplin fiskal di Indonesia.

“Pasar selama beberapa bulan terakhir menunggu bukti bahwa Indonesia bersedia melakukan normalisasi fiskal. Kini sinyal tersebut mulai terlihat,” ungkapnya.

Hasil dari berbagai langkah strategis tersebut pun mulai nyata. Fakhrul menyebut, pada pekan lalu, rupiah tercatat sebagai mata uang dengan kinerja penguatan terbaik kedua di Asia, hanya berada di bawah won Korea Selatan.