Tutup
News

Unand Wisuda 1.321 Lulusan, Rektor Tekankan Karakter Kerja

78
×

Unand Wisuda 1.321 Lulusan, Rektor Tekankan Karakter Kerja

Sebarkan artikel ini
unand-wisuda-1.321-lulusan,-rektor-tekankan-karakter
Unand Wisuda 1.321 Lulusan, Rektor Tekankan Karakter

Padang – Universitas Andalas (Unand) mengukuhkan 1.321 lulusan dalam Wisuda II 2026 yang berlangsung dua hari, Sabtu-Minggu, 9-10 Mei 2026. Para wisudawan datang dari 156 program studi di 15 fakultas, menandai rampungnya perjalanan akademik mereka di kampus negeri tertua di luar pulau Jawa itu.

Prosesi wisuda dibuka dengan suasana haru ketika Rektor Unand Efa Yonnedi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Rosina Eflin Kehek, ibu dari wisudawan Fakultas Farmasi Thelma Febby Margareth Howay. Almarhumah diketahui berasal dari Sorong, Papua Barat.

Dalam sambutannya, Efa lalu memaparkan capaian kampus yang menurutnya terus bergerak naik.Unand, kata dia, sudah menyandang akreditasi institusi Unggul dari BAN-PT hingga Desember 2028. Hingga 2025, sebanyak 57 persen program studi di kampus itu juga telah meraih predikat serupa.

Di level internasional, posisi Unand ikut menanjak. Dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) 2025, Unand naik ke peringkat 8 nasional dari posisi 10 pada tahun sebelumnya. Kampus ini juga masuk rentang 201-250 dunia untuk Interdisciplinary Science Ranking THE.

Efa turut menyoroti lompatan layanan kampus yang kini makin digital.Unand telah menerapkan tanda tangan elektronik pada ijazah, menghadirkan MyUNAND untuk kebutuhan mahasiswa dan alumni, memakai SAKU Digital dalam pengelolaan keuangan, serta mengoperasikan Pusat Layanan Terpadu.

Ia menyebut, rangkaian transformasi itu menunjukkan Unand bergerak menuju kampus modern yang lebih siap menjawab kebutuhan masa depan.Sepanjang 2025, Unand juga telah meluluskan 8.180 wisudawan,sementara jumlah mahasiswa aktif saat ini menembus lebih dari 32.000 orang.

“Semua capaian ini bukan milik pimpinan semata. Ini milik seluruh sivitas akademika,” ujar Efa.

Di hadapan para lulusan, Efa kemudian berbicara lebih personal. Ia mengakui kegelisahan setelah wisuda kerap muncul, terutama soal pekerjaan pertama. Menurut dia, pertanyaan seperti “Saya akan bekerja di mana?” adalah hal wajar dan justru menunjukkan kesiapan untuk melangkah.

Ia menegaskan lulusan tidak perlu panik bila belum langsung mendapat pekerjaan. Pekerjaan pertama, kata dia, hanya menjadi titik awal belajar, bukan penentu masa depan. Karena itu, ia mengingatkan agar para alumni tidak tergesa menerima pekerjaan yang keliru hanya karena takut dicap menganggur.

“Yang membedakan orang sukses bukan di mana ananda mulai, tetapi bagaimana ananda belajar dan bergerak dari titik awal itu. Mulailah. Dari mana saja yang bisa dimulai,” katanya.

Lebih jauh, Efa menekankan bahwa ijazah saja tidak cukup untuk bertahan di dunia kerja. Karakter, menurutnya, menjadi pembeda utama. Disiplin, kemampuan berkomunikasi, kejujuran, dan inisiatif disebut sebagai bekal yang bernilai tinggi di tempat kerja.

Ia juga meminta para wisudawan membangun reputasi sejak hari pertama masuk dunia profesional. Rasa belum tahu, ujarnya, seharusnya memicu kebiasaan bertanya dan belajar, bukan membuat seseorang diam.Reputasi, lanjutnya, tumbuh dari konsistensi dalam hal-hal kecil yang dilakukan tanpa henti.

Dalam pesan penutup, Efa mengingatkan agar alumni tidak merendahkan diri, tetapi juga tidak menuntut imbalan sebelum memberi kontribusi. Ia menegaskan bahwa lulusan Unand punya nilai karena berasal dari kampus berakreditasi Unggul dan diakui di level dunia.

“Ananda punya nilai yang nyata. Tapi tunjukkan dulu kontribusimu sebelum menuntut penghargaan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga jaringan pertemanan dan silaturahmi.Menurut Efa, hubungan baik dengan dosen, teman, dan senior sering kali membuka pintu yang tidak tertulis dalam transkrip nilai. “Banyak pintu terbuka bukan karena surat lamaran, melainkan karena rekomendasi,” katanya.

Menutup sambutannya, Efa mengingatkan bahwa lulusan Unand tidak hanya disiapkan untuk mencari nafkah, tetapi juga untuk memberi jejak bagi lingkungan sekitarnya.Ia mengutip pepatah minang,“Nan buto pahambuih lasuang,nan pakak palapeh badil,nan lumpuah paunyi rumah,nan kuaik paangkuik baban,nan pandai tampek batanyo,nan cadiak lawan barundiang.”

“Setiap orang punya peran. Setiap orang punya tempat. Yang penting kenali kelebihanmu,tempatkan dirimu dengan tepat,dan berikan yang terbaik dari apa yang kamu miliki,” ujarnya.

Unand sendiri akan memperingati Dies Natalis ke-70 dengan tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak.”